Tahfidz LDII Mlati Gelar Ikhtibar di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

tahfidz
Seorang siswa Tahfidz LDII PC Mlati sedang diikhtibar oleh tiga munaqisy di Masjid Al-Hidayah pada Minggu, 29/11/2020

Jogjakeren – Di era adaptasi kebiasaan baru, program Tahfidz Al Quran Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Mlati menggelar Ikhtibar ke-5 yang dilaksanakan di Masjid Al-Hidayah Ketingan, Tirtoadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, Minggu (29/11/2020).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan sebagaimana KMK NO. HK.01.07/MENKES/382/2020.

Terdapat 33 siswa-siswi dari lima PAC se-Mlati yang diuji kembali  hafalan satu juz 25 setelah satu semester tahun ajaran 2019/2020. Adapun tujuan daripada Ikhtibar adalah sebagai evaluasi sejauh mana tingkat hafalan siswa-siswi. “Ikhtibar dilaksanakan sebagai evaluasi dan kali ini apabila mumtaz 1 juz akan diberi piagam supaya anak memiliki kewajiban sebagai pengampu dan sah,” ujar K. H. Syamsudin selaku Pembina.

Read More

Pelaksanaan Ikhtibar kali ini berbeda dengan sebelumnya. Setiap siswa atau siswi diuji hafalannya dengan duduk di atas mimbar yang disimak oleh tiga munaqisy dari para pengampu dan mubalig/mubalighot se-PC Mlati. Hal tersebut guna melatih mental dan keberanian sebagai calon penyampai Al Quran generasi selanjutnya dan memberikan pengalaman bagi siswa/siswi.

tahfidz
Seorang siswi sedang diuji oleh tiga munaqisy dalam acara Ikhtibar di Aula Masjid Al-Hidayah, Minggu (29/11/2020)

“Alhamdulillah anak saya satu ikut Tahfidz sudah kurang lebih 3 tahun. Awalnya sulit diajari membaca, tetapi ketika saya coba untuk menghafal sedikit bisa dan alhamdulillah semakin lama semakin baik. Diikutkan Tahfidz saya berharap bisa menambah kecerdasannya. Kalau dari sisi keagamaan, besok ketika ia memberikan nasihat agama diperkuat dengan dalil, tidak hanya sekedar ngomong saja,” ungkap H. Umar Susanto salah satu orangtua siswa.

Disaat yang sama Umar menyampaikan harapannya sebagai guru agar siswa-siswi tidak hanya menghafal Al Quran saja akan tetapi juga memahaminya sampai di hati. “Harapan saya itu, agar mereka bisa mengajar berdasarkan ilmu yang tidak sekedar ditulis tetapi juga dihafalkan. Jadi mereka memahami Al Quran Al Hadist sampai di hatinya. Lalu mereka juga memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh. Makanya dalam Tahfidz dibina karakternya agar bisa taat dalam keadaan yang menyenangkan ataupun tidak menyenangkan,” tambahnya.

Program Tahfidz Al Quran PC Mlati ini telah berjalan selama tiga tahun sejak tahun 2017 hingga saat ini. Terdapat dua angkatan, angkatan pertama berjumlah 9 siswa yang telah menempuh semester 5 dan angkatan kedua berjumlah 24 siswa yang saat ini menempuh semester 3. Target dari program tersebut adalah untuk membina generus LDII di wilayah PC Mlati agar faham Al Quran dan Al Hadist.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment