Tausiah Kebangsaan MUI Sejalan dengan Program Prioritas LDII

MUI
Ketua DPD LDII Kabupaten Gunungkidul H. Nurasid, S.H.

Jogjakeren – Tausiah kebangsaan yang dihelat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) secara daring diikuti Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Kota di seluruh Indonesia. Tak terkecuali DPD LDII Kabupaten Gunungkidul mengikuti secara daring di studio mini di komplek Masjid Al-Husna Padukuhan Kemorosari Kalurahan Piyaman Kapanewon Wonosari. Hadir ketua DPD LDII Kabupaten Gunungkidul H. Nurasid, S.H. dan Dewan Penasihat Kabupaten Gunungkidul Drs. KH. Sudiyarto, M.Acc.

Acara tausiah kebangsaan itu diikuti lebih dari 5.000 orang di beberapa studio mini di seluruh Indonesia yang menghadirkan pembicara utama dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Dr. KH. Marsudi Syuhud, MA.

Ketua DPD LDII Kabupaten Gunungkidul H. Nurasid, S.H., di sela-sela kegiatan menyampaikan kepada media, “Alhamdulillah pada hari ini keluarga besar LDII memperoleh tausiah dan pembinaan kelembagaan dari Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat MUI Dr. KH Marsudi Syuhud, MA. Kami merasa bersyukur hidup di negara Indonesia, bahwa LDII sebagai bagian dari Indonesia akan senantiasa menanamkan rasa nasionalisme kebangsaan. Ini terlihat dari prioritas program LDII menempatkan kebangsaan pada prioritas pertama,” ungkapnya.

Read More

Pimpinan Pondok Pesantren Wali Barokah, Drs. KH. Soenarto, M.Sc. dalam pembukaannya mengatakan, “Tausiyah kebangsaan ini penting dalam kondisi keumatan yang menghadapi masalah yang komplek dan multidemensi, kami membutuhkan pencerahan,” katanya.

KH. Sunarto menambahkan, untuk menghasilkan juru dakwah yang handal perlu dibekali ilmu agama yang kaffah dan wawasan kebangsaan yang kuat dan mantap.

Pentingnya Silaturahmi

MUI
Ketua Umum DPP LDII Ir. KH. Chriswanto Santoso, M.Sc.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP LDII Ir. KH. Chriswanto Santoso, M.Sc menekankan pentingnya menjalin silahturahmi. Dengan silahturahmi para tokoh agama bisa turut memikirkan bangsa dan negara sebagai kontribusi untuk menjadikan Indonesia negeri yang makmur penuh rahmat dari Allah. “Dengan tausiah ini sangatlah penting untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, agar ukhuwah watoniyah juga kuat, dan ketiga ukhuwah basariyah terjaga,” jelasnya.

Menurut Chriswanto, di tengah-tengah era digital ini, internet mempermudah lalu-lalang informasi. Namun teknologi itu juga mempermudah fitnah menyebar, “Digitalisasi memungkinkan menulis atau mengubah suara menjadi saya, ini bisa mendapatkan fitnah dan perpecahan umat,” terang Chriswanto Santoso.

Ia mengingatkan, para pendiri membentuk LDII bertujuan untuk berkontribusi kepada umat, bangsa, dan negara secara positif. “Kami LDII memiliki delapan program kerja yang diselaraskan dengan program nasional, agar menjadi solusi terutama masalah kebangsaan,” ujarnya.

Pentingnya Keterhubungan Manusia

MUI
Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat MUI Dr. KH. Marsudi Syuhud, MA.

Sementara dalam tausiah kebangsaan Wakil Ketua Umum MUI, Dr. KH. Marsudi Syuhud, MA menekankan pentingnya keterhubungan antar manusia, “Sehingga antar manusia terhubung rohani, pikiran, amaliyah dan berbagai hal lainnya, ketika semuanya nyambung keberkahan itu hadir,” jelasnya. Keterhubungan itu menurutnya sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam membangun negara kecil bernama Madinah, yang tertuang dalam piagam Madinah.

Dalam pandangannya Rasulullah mendirikan negeri Madinah sebagai negara untuk menyambung, mengikat masyarakat di dalamnya untuk hidup bersama meskipun tidak satu agama, “Islamnya saja ada golongan Muhajirin ada Ansor, ada Yahudi, Nasrani dan Majusi yang bukan agama samawi, dari beragam agama itu diikat untuk menyatukan perbedaan yang ada,” jelasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *