Tradisi Sholat Idul Adha di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Wujud Toleransi Beragama

Toleransi Beragama
Suasana Sholat Idul Adha PC LDII Gondokusuman dan Umbulharjo

Jogjakeren.com – Di tengah masyarakat yang semakin beragam, toleransi beragama menjadi nilai penting yang harus dijaga. PC LDII Gondokusuman dan Umbulharjo memberikan contoh nyata bagaimana hubungan harmonis antar umat beragama dapat terjalin. Salah satu bukti nyata dari toleransi ini adalah pelaksanaan Sholat Idul Adha di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, sebuah sekolah non muslim yang telah menjadi tuan rumah bagi umat muslim selama beberapa tahun, Senin (17/6/2024).

Setiap tahun, ketika Hari Raya Idul Adha tiba, umat muslim PC LDII Gondokusuman dan Umbulharjo berkumpul di lapangan SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta untuk melaksanakan sholat id. Meski sekolah ini merupakan sekolah non muslim, pihak sekolah selalu menyambut dengan hangat untuk kegiatan ibadah umat muslim. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan agama tidak menghalangi mereka untuk saling menghormati dan bekerja sama.

Drs. H. Slamet Yunani, M.Si. sebagai Khotib Sholat Idul Adha

Sejarah kerja sama ini ternyata telah berlangsung lama. Drs. H. Slamet Yunani, M.Si. sebagai khotib sholat id, mengisahkan bahwa penggunaan SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta sebagai tempat sholat id sudah dimulai sejak tahun 1980-an. Ini membuktikan bahwa hubungan baik antara umat beragama di daerah ini telah terjalin erat cukup lama. Keberlanjutan tradisi ini menunjukkan adanya rasa saling percaya dan hormat yang mendalam antara keduanya.

Bacaan Lainnya

Keberhasilan dalam menjaga toleransi ini juga didukung oleh sikap proaktif dari kedua belah pihak. Pihak sekolah yang dengan tulus membuka pintunya dan umat muslim yang menjaga ketertiban serta kebersihan selama menggunakan fasilitas sekolah, menjadi faktor penting yang menjaga kelangsungan tradisi ini. Komitmen bersama untuk menjaga kerukunan dan saling mendukung dalam kebaikan membuat hubungan antar umat beragama semakin harmonis.

Suasana Sholat Idul Adha PC LDII Gondokusuman dan Umbulharjo

Melalui contoh dari PC LDII Gondokusuman dan Umbulharjo ini, kita belajar bahwa toleransi bukan hanya tentang menerima keberadaan orang lain yang berbeda, tetapi juga tentang menciptakan ruang bagi mereka untuk menjalankan keyakinannya dengan nyaman.

Toleransi adalah tentang kerja sama, saling menghormati, dan berusaha untuk memahami satu sama lain. Kisah ini mengingatkan kita bahwa dengan niat baik dan sikap terbuka, kita dapat membangun masyarakat yang harmonis dan damai, di mana setiap orang merasa dihargai dan diterima.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *