Warga LDII Dibekali Komunikasi yang Baik Menuju Keluarga Bahagia

Warga LDII
Warga LDII dibekali mewujudkan keluarga bahagia oleh konsultan psikolog, Senin (13/6/2022).

Jogjakeren.com – Keluarga bahagia akan terwujud dengan komunikasi yang baik dan saling memahami satu sama lain. Tidak hanya sesama pasangan, untuk mewujudkan keluarga bahagia, komunikasi yang baik juga perlu dibangun antara orang tua dengan anak.

Hal itulah yang mendasari LDII Sleman menyelenggarakan kegiatan “Sarasehan BK, Komunikasi yang Baik Menjadikan Keluarga Bahagia” yang diikuti warga LDII terdiri dari orang tua dan anak, Senin (13/6/2022). Narasumber yang dihadirkan di antaranya Psikolog dr. Tika Prasetiawati, Sp. Kj., dan Novelyna Yusraningdyah, S.Psi., guru Bimbingan Konseling (BK) Drs. H. Gatot Wardoyo, S.Pd., dan Ustadz LDII Sularso.

Read More

Pada kesempatan tersebut, baik anak maupun orang tua mengajukan pertanyaan tentang masalah yang dihadapi. Jawaban dan solusi diberikan paa setiap penanya baik dari sisi psikolog maupun dari sisi agama.

Pertanyaan yang diajukan dari sisi sang anak di antaranya membahas cara mengatasi kekhawatiran akan hal yang belum terjadi dengan tetap berdasarkan agama namun tetap realistis, cara menyikapi pergaulan pada zaman sekarang, dan cara menahan amarah ketika seseorang menyinggung masalah keluarga.

Cara Mengatasi Kekhawatiran

“Jika itu menyangkut perihal di masa depan, kita tetap harus khusnudzon billah untuk masa depan kita sendiri. Kita bisa berencana dan berusaha, adapun hasilnya kita serahkan semuanya pada Allah,” kata H. Gatot Wardoyo.

“Apakah yang dimaksud kekhawatiran itu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan tidak bisa ditangani sendiri? Jika memang mengganggu aktivitas dan tidak bisa ditangani sendiri maka bisa periksa kepada ahli, karena kekhawatiran itu adalah bentuk dari reaksi tubuh jika terjadi sesuatu pada diri kita yang membuat cemas, sehingga kita bisa mencari jalan keluar agar kekhawatiran itu tidak terjadi. Jadi jika itu sangat mengganggu aktivitas, maka segera periksa ke dokter atau ahlinya,” sambung Novelyna.

Menyikapi Pergaulan

Lalu bagaimana cara menyikapi pergaulan pada zaman sekarang? Ustadz Larso menjelaskan, pilihlah teman bergaul yang sholih dan sholih, dengan begitu akan terhindar dari perbuatan yang tidak sesuai syariat agama yang tidak ada tuntunannya di dalam Alquran dan Alhadist.

Cara Menahan Amarah

Menahan amarah memang tidak mudah, apalagi dikarenakan hal yang menyinggung perasaan. Lalu bagaimana cara kita untuk bisa menahan amarah? Marah adalah respon alami dari diri kita karena kita tidak bisa menerima sesuatu, namun biasanya ada tanda-tanda seperti jantung berdegup kencang, napas menjadi lebih cepat, dan mulut terasa ingin berteriak.

“Sebelum kita ingin marah sebaiknya kenali tanda-tandanya dulu agar kita bisa mengelola amarah kita sehingga kita bisa meredam amarah sebelum itu terjadi,” kata Novelyna.

Ketika kita sedang marah otak tidak bisa berpikir, jangan sampai keputusan yang kita ambil salah dan berakhir dengan penyesalan. Jika banyak orang yang menyindir berarti kita harus bertanya pada diri sendiri, apa penyebab orang-orang banyak menyindir saya? Apa yang salah pada diri saya?

“Intropeksi dirilah, mungkin saja memang ada yang salah dari diri kita namun kita tidak menyadarinya,” sambung dr. Tika.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.