Wow, UGM Punya Cara Unik Tekan Kasus Demam Berdarah

  • Whatsapp
Hari Kesehatan Nasional
Nyamuk Aedes aegypti (sumber: www.eliminatedengue.com)

Jogjakeren.comUniversitas Gadjah Mada (UGM) punya cara unik untuk tekan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Kalau umumnya jentik dan nyamuk dewasa dibunuh untuk mengurangi jumlah nyamuk, UGM justru sebaliknya. Peneliti dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM justru melepaskan nyamuk Aedes ke masyarakat. Dilansir dari akun instagram @wmpyogyakarta, nyamuk ini dikenal dengan nyamuk Aedes ber-Wolbachia.

Demam Berdarah Dengue masih menjadi momok kesehatan di berbagai belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan lebih dari 50 juta kasus terjadi secara global setiap tahunnya. Di Indonesia, tercatat hampir 8 juta kasus DBD setiap tahun.

Bacaan Lainnya

Penyakit DBD merupakan penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Jenis nyamuk ini banyak ditemukan di lingkungan rumah atau pemukiman. Berbagai program telah dicanangkan untuk menekan kasus DBD, di antaranya penggunaan obat anti nyamuk, pengasapan (fogging), pemberantasan sarang nyamuk (PSN), gerakan 3M+, hingga gerakan ‘1 Rumah 1 Jumantik’.

Apa itu nyamuk Aedes ber-Wolbachia?

Peneliti World Mosquito Program (WMP) menyuntikkan bakteri Wolbachia ke dalam telur nyamuk dan dipelihara hingga menjadi nyamuk dewasa. Selanjutnya, bakteri Wolbachia akan diturunkan dari induk nyamuk ke anakannya. Metode ini seringkali disebut metode Wolbachia. Hingga saat ini, WMP telah mendukung pelepasan nyamuk ber-Wolbachia di 11 negara di Asia, Australia, dan Amerika. Diperkirakan 6,1 juta orang mendapat manfaat dari metode ini.

Prof. dr. Adi Utarini, Ph.D., Peneliti Utama WMP beserta timnya telah melakukan berbagai studi di Yogyakarta sejak tahun 2015. Kini, metode Wolbachia telah diimplementasikan di seluruh Kota Yogyakarta dan mulai diimplementasikan di kabupaten sekitarnya yaitu Sleman dan Bantul, agar dapat melindungi 2,5 juta penduduk dari penyakit DBD.

Penelitian Aplikasi Wolbachia dalam Eliminasi Dengue (AWED) yang dilakukan sepanjang tahun 2017-2020, menunjukkan bahwa metode Wolbachia efektif menurunkan 77% kasus DBD di area yang dilepaskan nyamuk Aedes ber-Wolbachia dibandingkan dengan di area pembanding di Kota Yogyakarta. Selain itu, kasus Dengue terkonfirmasi yang dirawat di rumah sakit juga menurun hingga 86%. Hebat ya, Sob!!

Keberhasilan metode Wolbachia telah diterbitkan di jurnal terkemuka dunia, yaitu The New England Journal of Medicine (NEJM). Atas keberhasilan ini, apresiasi muncul dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat, pemerintah, dan peneliti. Co-Principal Investigator penelitian, Prof. Cameron Simmons dari Monash University Australia mengatakan, “Hasil penelitian ini menunjukkan dampak signifikan metode Wolbachia dalam mengurangi kasus dengue di populasi perkotaan. Ini terobosan menggembirakan dari Wolbachia – sebuah teknologi baru yang aman, tangguh, dan manjur untuk pengendalian dengue, yang dibutuhkan masyarakat global.”

Prof. Dr. Ir. Damayanti Buchori, MSc. dari Institut Pertanian Bogor, yang juga merupakan ketua tim independent analisis risiko keamanan Wolbachia menambahkan, “Penelitian ini merupakan penelitian yang sangat unik dan menyeluruh; yaitu transdisipliner, dan menyentuh inti ilmu dasar interaksi serangga endosimbion, epidemiologi, kesehatan masyarakat, penelitian ilmu sosial, yang dipadukan dengan kerja masyarakat, dan pendidikan masyarakat yang dibawa ke tingkat pelaksanaan untuk menyembuhkan penyakit”.

Metode Wolbachia memasuki tahap implementasi

Hari Kesehatan Nasional
Grand Launching Program ‘Si Wolly Nyaman’ (Sumber: www.eliminatedengue.com)

Prof. Adi Utarini menyampaikan bahwa Kabupaten Sleman menjadi daerah pertama yang menjadi area implementasi, setelah tahapan penelitian selesai. Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan FK-KMK UGM dengan didukung oleh WMP Yogyakarta dan Yayasan Tahija menjalankan program ‘SI WOLLY NYAMAN: Wolbachia, Nyamuk Aman Cegah DBD di Sleman’.

“Program ‘SI WOLLY NYAMAN’ ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pengendalian DBD, dan meningkatkan sumber daya kesehatan melalui penerapan teknologi nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia sebagai salah satu strategi dalam program pengendalian DBD,” kata Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, M.Si. saat membuka peluncuran program, Jumat (21/5/2021).

Hal senada juga ditemui di Bantul. Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Kesehatan menjalankan Program ‘WoW MANTUL!! Wolbachia wis Masuk Bantul!!’ sejak 21 Oktober 2021. Agus Budi Raharja S.K.M., M.Kes. Kepala Dinas Kesehatan Bantul berharap Program WoW Mantul!! dapat disinergikan dengan program pengendalian DBD lainnya, sehingga bisa menurunkan kasus DBD di Bantul secara signifikan. Upaya pencegahan dan pengendalian DBD yang sebelumnya terfokus dengan cara konvensional melalui PSN dengan 3M, sudah berinovasi dengan implementasi teknologi Wolbachia.

Bagaimana menurut kalian, Sob?. Unik banget, ya. Semoga metode Wolbachia ini betul-betul dapat menekan kasus DBD di seluruh Indonesia. Selamat Hari Kesehatan Nasional!!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.