Jogjakeren.com – Obesitas merupakan kondisi di mana tubuh seseorang memiliki timbunan lemak berlebih yang dapat mengganggu kesehatan. Dilansir dari Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), pada tahun 2022, 1 dari 8 orang di dunia mengalami obesitas.
Hal ini menunjukkan bahwa obesitas menjadi salah satu gangguan kesehatan yang banyak terjadi di kalangan masyarakat di seluruh dunia. Gangguan kesehatan ini dapat dialami oleh semua kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
WHO mengkategorikan obesitas jika indeks massa tubuh seseorang lebih dari atau sama dengan 30. Sedangkan indeks massa tubuh antara 25 – 30, dikategorikan sebagai kelebihan berat badan.

Penyebab Obesitas dan Kelebihan Berat Badan
Pada umumnya, kelebihan berat badan disebabkan oleh ketidakseimbangan antara asupan energi dari makanan dan penggunaan energi tubuh melalui aktivitas fisik. Ketika asupan energi lebih besar, maka energi yang tersisa akan disimpan sebagai cadangan dalam bentuk lemak tubuh.
Akan tetapi, pada kondisi tertentu, kelebihan berat badan dapat disebabkan oleh faktor psiko-sosial dan juga faktor genetik. Selain itu, beberapa konsumsi obat atau tindakan medis tertentu juga dapat mengakibatkan seseorang mengalami kelebihan berat badan.
Konsekuensi Kelebihan Berat Badan dan Obesitas
Pada anak-anak dan remaja, kelebihan berat badan dapat memberikan dampak langsung pada kesehatan. Kelebihan berat badan pada usia anak-anak dan remaja juga meningkatkan risiko munculnya penyakit tidak menular terjadi lebih awal, termasuk gangguan kardiovaskular dan diabetes tipe 2.
Healthline juga menerangkan bahwa obesitas mampu menyebabkan gangguan kesehatan pada tulang dan organ dalam. Peningkatan inflamasi dalam tubuh juga dapat terjadi akibat gangguan kesehatan ini, sehingga faktor risiko terjadinya kanker juga lebih besar.
Obesitas juga dikaitkan dengan berbagai komplikasi kesehatan, di antaranya diabetes, serangan jantung, tekanan darah tinggi, stroke, kanker, kolesterol tinggi, dan arthritis.
Berbagai gangguan kesehatan dan komplikasi kesehatan akibat obesitas tersebut menjadi konsekuensi yang dapat dialami oleh seseorang yang menderita obesitas. Maka dari itu, penjagaan terhadap kesehatan tubuh, gaya hidup yang baik, serta pola makan yang baik harus terus dilakukan.

Pencegahan terhadap Obesitas dan Kelebihan Berat Badan
Berbagai konsekuensi yang ada jika menderita gangguan berat badan ini tentunya menjadikan diri kita sebisa mungkin harus waspada terhadap kesehatan tubuh, dan berupaya melakukan pencegahan. Berikut beberapa pencegahan yang dapat dilakukan:
- Mengontrol penambahan berat badan yang sesuai pada saat kehamilan;
- Memberikan ASI eksklusifpada 6 bulan pertama setelah kelahiran dan pemberian ASI hingga 24 bulan;
- Mengatur pola makan sehat, aktivitas fisik, dan juga istirahat atau tidur yang cukup;
- Membatasi konsumsi makanan dan minuman dengan kalori tinggi (terlalu manis, asin, atau tinggi karbohidrat);
- Menciptakan hidup yang sehat, menghindari stres, dan menghindari rokok dan alkohol;
- Melakukan aktivitas fisik atau olahraga yang cukup dan teratur.

Penanganan terhadap Obesitas dan Kelebihan Berat Badan
Adapun penanganan terhadap kelebihan berat badan dapat dilakukan dengan berbagai upaya seperti:
- Menyusun program diet yang sehat dan seimbang;
- Menyusun program olahraga atau work out atau aktivitas fisik untuk membakar kalori;
- Melakukan medical check up untuk mendapatkan pemeriksaan dan rekomendasi medis dari dokter;
- Dalam kondisi tertentu, penderita obesitas juga dapat dilakukan tindakan operasi atas rekomendasi dokter.
Hidup sehat tentu menjadi keinginan dari setiap orang. Yuk concern terhadap kelebihan berat badan dan obesitas dengan berupaya menciptakan pola makan dan gaya hidup yang sehat.




