“Abalakuswa” Meriahkan Peringatan Ulang Tahun Kenaikan Takhta HB X

  • Whatsapp
"Abalakuswa" Meriahkan Peringatan Ulang Tahun Kenaikan Takhta HB X
Peringatan Kenaikan Takhta Sri Sultan Hamengku Buwono X (sumber foto: kratonjogja.id)

jogjakeren.com – Pada Hari Selasa Wage, 7 Maret 1989 atau 29 Rejeb Tahun Wawu 1921, KGPH Mangkubumi dinobatkan sebagai Raja ke-10 Keraton Kasultanan Yogyakarta dengan gelar Sri Sultan Hamengku Buwono X. Selanjutnya, setiap tanggal 29 Rejeb akan digelar peringatan ulang tahun penobatan Sri Sultan Hamengku Buwono X atau Tingalan Jumenengan Dalem.

Peringatan  Ulang Tahun Kenaikan Takhta ke-31 jatuh pada Sabtu (7/3/2020). Rangkaian peringatan ulang tahun kenaikan takhta dimeriahkan dengan Pameran Budaya Jawa “ABALAKUSWA” yang telah dibuka sejak 8 Maret hingga 4 April 2020 di Bangsal Pagelaran Keraton dengan tiket masuk sebesar Rp 5000.

Read More

Pameran dapat dikunjungi dengan jam operasional Senin-Kamis pukul 09.00-16.00 WIB serta Jumat-Minggu pukul 09.00-21.00 WIB.

Guna menyemarakkan Tingalan Jumenengan Dalem yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan, KHP Kridhomardowo juga akan mementaskan beberapa karya tari adiluhung dari Keraton Yogyakarta yang terbuka untuk masyarakat umum, diantaranya:

  • Beksan Trunajaya pada acara Mangayubagya Tingalan Jumenengan Dalem, Rabu (25/3/2020) malam di Kagungan Dalem Bangsal Pagelaran (terbuka untuk umum)
  • Wayang Wong Purwo pada penutupan pameran, Sabtu (4/4/2020) malam di Kagungan Dalem Bangsal Pagelaran (terbuka untuk umum)
"Abalakuswa" Meriahkan Peringatan Ulang Tahun Kenaikan Takhta HB X
Abalakuswa dan Simposium Internasional Budaya Jawa (sumber foto: kratonjogja.id)

Disamping itu, peringatan Ulang Tahun Kenaikan Takhta Sri Sultan Hamengku Buwono X sesuai kalender Jawa, akan jatuh pada tanggal 29 Rejeb Wawu 1953 atau Selasa Wage (24/3/2020). Menurut perhitungan kalender Jawa, tahun ini adalah peringatan 32 tahun Kenaikan Takhta Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, juga akan ada serangkaian upacara adat yang digelar Keraton Yogyakarta, sebagai berikut:

  • 22 Maret: Hajad Dalem Ngebluk di Bangsal Sekar Kedhaton, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat (tertutup untuk publik)
  • 23 Maret: Hajad Dalem Ngapem di Bangsal Sekar Kedhaton, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat (tertutup untuk publik)
  • 25 Maret: Hajad Dalem Labuhan Parangkusuma dan Labuhan Dlepih (terbuka untuk publik)
  • 26 Maret: Hajad Dalem Labuhan Merapi dan Labuhan Lawu (terbuka untuk publik)

Simposium Internasional “Busana dan Peradaban di Keraton Yogyakarta”

Selain itu, Keraton Yogyakarta menggelar Simposium Internasional Budaya Jawa bertajuk “Busana dan Peradaban di Keraton Yogyakarta”.

Peringatan dilaksanakan di The Kasultanan Ballroom Royal Ambarrukmo Yogyakarta sebagai official venue agenda Simposium Internasional Budaya Jawa pada Senin (9/3/2020) dan Selasa (10/3/2020).

Agenda Simposium Internasional ini akan menghadirkan pembicara tamu dari dalam dan luar negeri. Selain itu juga terdapat pembicara dari call for paper terpilih yang diikuti oleh akademisi, peneliti atau peminat budaya Jawa dari segala penjuru nusantara dan mancanegara.

Terpilih 8 pembicara dari total 108 pendaftar dengan empat topik utama yang dibahas pada gelaran simposium yakni sejarah, filologi, seni pertunjukan, dan sosial budaya.

Gelaran simposium ini sendiri akan dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X dan akan diisi dengan tari Beksan Lawung Ringgit persembahan KHP Kridhomardowo Keraton Yogyakarta.

Beksan ini merupakan salah satu tarian karya Sri Sultan Hamengku Buwono I dimana naskahnya yang berbentuk Serat Kandha baru saja kembali dari Inggris ke Keraton Yogyakarta, setelah peristiwa Geger Sepehi.

Keunikan dari Beksan ini sendiri adalah memadukan lawung (tombak) sebagai properti dan jalan ceritanya (lampahan) seperti halnya dalam ringgit (wayang).

Pada gelaran simposium ini, Lawung Ringgit yang ditampilkan merupakan versi jugag (pendek) daripada yang sepenuhnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *