Upaya Kelola Sampah Mandiri, MDT Bina Insan Prima Latih Santri Bikin Ecobrick

MDT Bina Insan Prima
Para santriwan bersama-sama membuat ecobrick

Sleman, Jogjakeren.com – Sampah merupakan permasalahan lingkungan yang tak kunjung mendapatkan solusi. Tumpukan sampah yang terbentuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terus menggunung. Bahkan akhir-akhir ini DIY telah mengalami kondisi darurat sampah. Hal ini tentu harus mendapatkan perhatian dari seluruh elemen masyarakat dan tidak hanya dibebankan kepada pemerintah saja.

Salah satu upaya untuk mengurangi permasalahan sampah adalah edukasi bagi warga masyarakat dimulai dari rumah tangga sebagai salah satu penyumbang menggunungnya tumpukan sampah. Masyarakat, dalam hal ini rumah tangga perlu diedukasi agar dapat mengelola sampah masing-masing secara mandiri melalui berbagai bentuk olahan sampah.

Menyikapi permasalahan ini, MDT Bina Insan Prima yang berada di bawah naungan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Selomartani menggelar pelatihan pembuatan ecobrick bagi para santrinya. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangkaian PERSAMI ini diikuti 20 santri. Dalam kegiatan yang digelar pada Sabtu 29 Juni 2024 tersebut, para santri diajari cara membuat ecobrick dari sampah plastik. Selanjutnya mereka diminta untuk mempraktekannya dari sampah plastik yang telah mereka bawa dari rumah.

Read More
Para santriwati sedang membuat ecobrick bersama

Sukma Wulandari selaku pembimbing dalam kegiatan ini menuturkan bahwa pelatihan membuat ecobrick sejalan dengan program Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII DIY yang bertajuk “Kyai Peduli Sampah” sebagai respon dari kondisi DIY Darurat Sampah. “Program ini dimaksudkan untuk mengedukasi masyarakat agar mampu mengelola sampah keluarga secara mandiri, salah satunya adalah dengan dibuat menjadi ecobrick,” tuturnya.

Pembina MDT, H. Mulyono, S.Pd., MA menjelaskan bahwa tindak lanjut dari kegiatan ini nantinya keluarga-keluarga warga LDII diimbau untuk memilah sampah yang berasal dari rumah tangganya antara sampah organik dan anorganik. Sampah organik supaya dimasukkan ke dalam jugangan keluarga dengan program “Jugangin Om”, sedangkan sampah anorganik supaya dikumpulkan tersendiri. Kemudian sampah tersebut secara berkala setiap bulan akan diambil oleh para santri untuk dijual sebagai barkas dan atau dibuat ecobrick. Ecobrick itu sendiri nantinya akan dimanfaatkan dalam pembuatan pagar.

“Semua keluarga sudah kami minta untuk tidak membuang sampah rumah tangganya secara sembarangan. Mereka kami minta untuk mengumpulkan sampah-sampah tersebut dalam kantong plastik untuk selanjutnya akan diolah oleh para santri MDT menjadi ecobrick,” tegasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *