Jogjakeren – Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di antara pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng benua Asia, benua Australia, lempeng samudra hindia dan samudra pasifik. Kondisi ini menyebabkan Indonesia rawan terhadap bencana gempa bumi dan tsunami.
Selain itu, Indonesia juga terletak pada rangkaian cincin api ( ring of fire ) yang membentang sepanjang lempeng pasifik yang merupakan lempeng tektonik paling aktif di dunia. Indonesia yang terletak pada rangkaian cincin api ( ring of fire ) menyebabkan Indonesia memiliki banyak gunung aktif. Data dari kementerian sumber daya energi dan mineral badan Geologi mencatat Indonesia memiliki 76 gunung api aktif.

Data Sebaran Gunung Api di Indonesia ( Foto : esdm.go.id )
Dengan adanya kondisi tersebut, masyarakat memerlukan panduan mitigasi bencana yang harus dilakukan ketika sewaktu – waktu terjadi letusan gunung api terutama masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana gunung api. Ada beberapa tindakan yang harus dilakukan baik sebelum terjadi letusan gunung api, saat terjadi letusan gunung api, dan setelah terjadi letusan gunung api.
Tindakan Sebelum Terjadi Letusan Gunung Api
- Mengetahui status gunung api ( Normal, Waspada, Siaga, Awas )

Tingkat Status Gunung Api ( Foto : bnpb.go.id )
- Mengenali kawasan rawan bencana ( KRB ). Kenali lingkungan daerah tempat tinggal. Dimana titik – titik rawan bahaya yang tidak boleh didekati seperti, sungai, ruang terbuka, daerah aliran lahar, daerah longsoran, dll.

Kawasan Rawan Bencana ( Foto : bnpb.go.id )
- Kenali arah angin di sekitar tempat tinggal
- Kenali titik kumpul dan rambu serta jalur evakuasi
- Komunikasi dan peringatan tanda bahaya
- Perhatikan himbauan PVMBG dan perkembangan aktivitas gunung api melalui aplikasi magma
- Kenali daerah setempat dalam menentukan tempat aman untuk mengungsi
- Lakukan antisipasi adanya lahar awan panas saat gunung api baru meletus
- Persiapkan kebutuhan hidup keluarga ( tas siaga bencana )
Saat Terjadi Letusan Gunung Api
- Pergi menjauh dari daerah berbahaya gunung api ( menghindari daerah yang rawan bencana seperti lereng gunung, lembah, dan sungai, serta daerah lainnya yang rawan sebagai daerah aliran lahar ).
- Waspada karena sewaktu – waktu terjadi letusan susulan
- Kenakan pakaian yang dapat melindungi tubuh ( baju lengan panjang, celana panjang dan topi ), tutup wajah dengan kedua telapak tangan atau pelindung lainnya.
- Pakai masker atau saputangan / kain yang dilembabkan dengan air untuk melindungi dari bahaya gas beracun
- Untuk melindungi mata agar tidak kemasukan abu letusan atau material lainnnya, gunakan kacamata pelindung.
- Tutup sumber air atau sumur dan tempat penampungan air agar tidak terkena abu vulkanik.
- Jauhi wilayah yang terkena hujan abu vulkanik dan daerah rawan bencana lainnya
Setelah Terjadi Letusan Gunung Api
- Bersihkan atap, pepohonan dan jalan raya dari timbunan abu.
- Periksa keadaan anda dan anggota keluarga , lengkap atau tidak, ada yang terluka atau tidak. Jika ada yang terluka, pastikan ada yang bisa memberikan pertolongan pertama.
- Berikan prioritas pertolongan kepada kelompok rentan ( orang sakiit, orang lanjut usia, anak – anak, ibu hamil / menyusui, penyandang disabilitas, penderita penyakit serius ).
- Bila keadaan mengharuskan mengungsi, persiapkan barang dan kebutuhan yang penting saja. Hindari barang bawaan terlalu banyak yang akan merepotkan di perjalanan.
- Terus memantau perkembangan aktivitas gunung api melalui radio, televisi, atau media informasi lainnya. Bila situasi dinyatakan aman oleh instansi berwenang untuk kembali ke rumah
Sumber :
https://bnpb.go.id/
https://vsi.esdm.go.id/index.php/gunungapi/data-dasar-gunungapi?start=70
https://magma.vsi.esdm.go.id/





