Jogjakeren.com– Apakah kamu merasa termasuk orang yang anti sosial? Atau dalam hidup, kamu merasa tidak ada gunanya? Sering mempertanyakan, mengapa kamu harus lahir di dunia dan apa tujuanmu hidup?
Semua itu termasuk tanda-tanda kamu sedang mengalami Quarter Life Crisis (QLC). Namun, kamu tidak sendirian loh, Sob! Fenomena psikologis ini seringkali menyerang seseorang di rentang usia 20-30 tahun. Hal itu merujuk pada kondisi emosional seseorang yang merasa tiba-tiba kehilangan motivasi, arah dan tujuan hidup.
Apakah benar aku sedang mengalami QLC?
Tanda-tanda Quarter Life Crisis
- Kamu mulai sering mempertanyakan, sebenarnya untuk apa kamu harus lahir di dunia, apa tujuan kamu hidup
- Kamu merasa tidak berguna karena tidak melakukan hal-hal terbaikmu
- Sering membandingkan diri dengan orang lain atau bahkan temanmu sendiri, sehingga sosial media terkadang membuatmu tertekan karena kamu merasa tidak sebahagia orang lain
- Kamu terus menerus merasa cemas dengan deadline-deadline pekerjaan yang menumpuk dan kamu kehilangan motivasi untuk mengerjakan apapun
- Cenderung menarik diri dari lingkar sosial, kamu menghindari untuk bertemu orang-orang dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk sendiri.
Lalu, apa yang harus aku lakukan?
Cara Menghadapi Quarter Life Crisis
1. Jangan membandingkan dirimu dengan orang lain
Jika sosial media membuatmu terus-menerus merasa kurang percaya diri, maka cobalah untuk membatasi diri untuk tidak banyak menghabiskan waktu menggunakan sosial media. Ingat, yang bisa mengontrol hal ini adalah dirimu sendiri.
2. Jangan ragu untuk memulai
Pekerjaan yang banyak akan membuatmu overwhelmed hanya dengan memikirkannya saja. Cobalah memulai sedikit demi sedikit dan rutin melakukan sesuatu yang awalnya dirasa takut atau ragu untuk memulai.
Saat mencoba mengerjakan skripsi atau tugas lain, cukup luangkan setidaknya 2 jam sehari. Poin penting yang harus kamu tanamkan di dirimu adalah fokus dan tentukan tujuanmu.
3. Carilah orang-orang yang bisa mendukungmu
Mulailah mencari teman untuk mengobrol. Obrolan ringan dengan orang-orang yang kamu suka bisa meringankan beban di kepalamu.
4. Kenali dan cintai diri sendiri
Jadikan kelebihan sebagai potensi untuk mengembangkan diri serta lakukan evaluasi untuk kekuranganmu. Setelah itu jangan lupa untuk selalu mencintai diri sendiri, tanamkan dalam diri kamu bahwa kamu berharga dan hal-hal baik akan selalu datang saat kamu sudah berusaha.




