Lawan Corona, Santri PPPM Baitussalam Tingkatkan Imunitas Tubuh dengan Empon-empon

  • Whatsapp
PPPM Baitussalam
Para santri PPPM Baitussalam Daengan Yogyakarta meminum empon-empon untuk menjaga sistem imun tubuh.

Jogjakeren – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia mencapai 248.852 per 21 September 2020 berdasarkan data yang dilansir covid19.go.id. Angka yang tidak sedikit, terlebih melihat penambahan jumlah kasus setiap harinya dengan rata-rata di angka seribu lebih. Garda terdepan dalam mencegah virus corona adalah diri kita sendiri. Yakni dengan menerapkan protokol kesehatan serta memperkuat imun tubuh.

Memperkuat imun tubuh merupakan salah satu cara untuk menangkal virus corona. Tidak hanya irus corona, sistem imun tubuh yang kuat juga dapat menangkal berbagai macam penyakit. Banyak cara yang dilakukan untuk memperkuat imun tubuh, di antaranya mengkonsumsi makanan bergizi, olahraga, istirahat yang cukup, mengelola stres dengan baik dan minum suplemen penunjang daya tahan tubuh.

Read More

Suplemen dimaksud bisa dalam bentuk vitamin atau tanaman herbal yang biasa disebut empon-empon. Menurut KBBI, empon-empon adalah rimpang yang digunakan sebagai ramuan tradisional di antaranya jahe, kunyit, temulawak dan sebagainya. Empon-empon dipercaya bisa menyembuhkan penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Bahannya pun mudah dijumpai dan proses pembuatannya dapat diracik sendiri sesuai dengan kebutuhan. Minuman suplemen tradisional dengan empon-empon ini aman dikonsumsi siapa saja baik anak-anak maupun dewasa.

Santri PPPM Baitussalam rutin minum empon-empon

Sebagaimana santri Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPPM) Baitussalam Daengan Yogyakarta pun rutin meminum empon-empon untuk memperkuat sistem imun tubuh. Para santri rutin meminum empon-empon setiap satu minggu sekali pada hari minggu. Selain itu, sebagai penunjang gizi para santri juga diberikan air susu murni setiap satu minggu sekali pada hari kamis. Pemberian empon-empon dan susu tersebut untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh para santri.

PPPM Baitussalam
Para santri PPPM Baitussalam Daengan Yogyakarta meminum empon-empon untuk menjaga sistem imun tubuh.

Hal tersebut mengingat kegiatan para santri cukup padat, terlebih santri yang juga berstatus pelajar maka santri mempunyai memiliki kegiatan yang cukup padat. Tentu dengan adanya tugas sekolah yang harus diselesaikan dan mengikuti kegiatan di pondok.

Pandemi Covid-19, santri yang juga berstatus pelajar pun belajar melalui daring dari pondok. Selain itu adanya pandemi, para santri tersebut melakukan isolasi mandiri. Dalam arti para santri tidak ada yang diperbolehkan keluar dari lingkungan pondok. Bahkan pada saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha tidak ada santri yang pulang ke rumahnya sekalipun jarak dekat dan masih area Kota Yogyakarta. Meski demikian, di dalam pondok tetap diterapkan protokol kesehatan seperti menyediakan tempat untuk cuci tangan.

Isolasi mandiri yang dilakukan santri PPPM Baitussalam ini sejalan dengan yang disampaikan Penjabat Ketua Umum DPP LDII Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc. “Bahwa para ulama dan kyai dari berbagai pondok pesantren klasik di Indonesia dengan kajian fiqihnya, sangat memahami bagaimana karantina dilakukan dan mengatasi problem sosial kemasyarakatan akibat wabah,” jelas Chriswanto.

Chriswanto menambahkan, para ulama tak hanya memahami prinsip-prinsip karantina dalam la dharara wala dhirar; ‘tidak boleh berbuat mudarat dan hal yang menimbulkan mudarat’. “Mereka juga belajar dari sejarah bagaimana Rasulullah dan para khalifah menangani efek sosial ekonomi saat terjadi wabah,” tegasnya.

Umat Islam di Indonesia, yang terhimpun dalam ormas-ormas Islam, memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan para ulama, atau para kyai. Dari ijma’ atau nasehat-nasehat mereka di pesantren, masjid, hingga majelis taklim tingkat RT/RW, umat Islam bisa mendapat pemahaman yang utuh mengenai mencegah Covid-19 tanpa ketakutan yang berlebihan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *