Lestarikan Budaya Pencak Silat, Persinas ASAD Kabupaten Bantul Gelar Festival Pasanggiri

Pasanggiri Persinas ASAD
Dewan Pembina Persinas ASAD Kabupaten Bantul membuka festival pasanggiri di kompleks Masjid Al Barokah, Gonjen, Minggu (22/1/2023).

Jogjakeren.com – Pengurus Persinas ASAD Kabupaten Bantul menggelar festival pasanggiri di kompleks Masjid Al Barokah, Gonjen, Tamantirto, Kasihan, Bantul. Acara ini diikuti 8 kontingen pesilat se-Kabupaten Bantul, Minggu (22/1/2023).

Acara yang diikuti 300 pesilat ini dihadiri Ketua Pengprov Persinas ASAD DIY Kapt. Purn. H. Sardjiman beserta jajaran pengurus, Dewan Pembina Persinas ASAD Kabupaten Bantul dan jajarannya, Ketua Pengkab Persinas ASAD Kabupaten Bantul Darto Winarso, S.Pt. beserta jajaran pengurus dan para tamu undangan.

Masing-masing kontingen terdiri dari 6 kategori berdasarkan usia yang meliputi usia dini (9 – 12 tahun), usia pra remaja (12 – 14 tahun), usia remaja (14 – 17 tahun), usia dewasa (17 – 35 tahun), usia pembina (35-60 tahun) dan usia istimewa (di atas 60 tahun). Setiap kategori diikuti 3-5 pesilat.

Bacaan Lainnya
Pemukulan gong oleh Dewan Pembina Persinas ASAD Bantul sebagai tanda dibukanya festival pasanggiri.

Ketua Pengprov Persinas ASAD DIY menegaskan bahwa pasanggiri merupakan salah satu program Persinas ASAD, dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan dengan tujuan menumbuhkembangkan pencak silat. Secara rinci, H. Sardjiman menyampaikan tujuan kegiatan ini antara lain melestarikan budaya pencak silat, memasyarakatkan pencak silat, mengembangkan pencak silat dan sebagai evaluasi.

Ketua Dewan Pembina Persinas ASAD Kabupaten Bantul, H. Sudayat, S.Pd. menyampaikan bahwa budaya bela diri yang juga biasa disebut dengan pencak silat, sudah dimulai sejak zaman Nabi Muhammad SAW yang saat itu mengajak para sahabatnya untuk berenang, memanah dan naik kuda. Dengan berenang akan menjadikan sehat, dengan memanah akan menjadikan terampil dan naik kuda akan menjadikan sehat dan terampil. “Untuk mencetak pesilat handal yang baik dan barokah, maka budaya pencak silat harus dihidupkan agar mereka bisa terdidik sejak awal,” tegasnya.

Mujiman, Koordinator Persinas ASAD Kabupaten Bantul menyampaikan, kegiatan ini untuk mengontrol pelaksanaan latihan bela diri di setiap wilayah. “Pasanggiri ini untuk cek latihan ASAD di setiap wilayah, agar semua kalangan usia bisa ikut berlatih,” ungkapnya.

Peserta festival pasanggiri Persinas ASAD Kabupaten Bantul.

Sementara itu, Ketua Pengkab Persinas ASAD Kabupaten Bantul menyampaikan dengan pasanggiri bisa meningkatkan kualitas kependekaran pesilat Persinas ASAD. “Pasanggiri ini untuk meningkatkan keterampilan pencak silat yang berjenjang mulai kapanewon, kabupaten dan provinsi,” ungkap Darto.

Mengakhiri festival, diadakan pembagian hadiah bagi para kontingen dengan penampilan terbaik menurut penilaian para juri. H. Suhardi, anggota Dewan Pembina Persinas ASAD Kabupaten Bantul dalam pidato upacara penutupan menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. “Saya ucapkan syukur kepada panitia, dewan pembina seluruh kapanewon se-Kabupaten Bantul dan semua pesilat yang telah mendukung terselenggaranya kompetisi ini, sehingga kegiatan dapat berjalan lancar,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *