Mahasiswa KKN-PPM UGM Ngemplak Ciptakan Alat Pemberi Pakan Ikan Otomatis (APPIO) Berbahan Barang Bekas

APPIO
Penyerahan APPIO kepada Dukuh Malangrejo, Kamis (1/2/2024).

Sleman, jogjakeren.com – Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan produktivitas kolam ikan di Padukuhan Malangrejo, sebuah inovasi sederhana dengan teknologi tepat guna berupa Alat Pemberi Pakan Ikan Otomatis (APPIO). Alat ini dirancang untuk memanfaatkan barang bekas yang umumnya dianggap sebagai limbah dan terbuang begitu saja.

Program kerja ini diinisasi oleh Muhammad Irfan Nazhmi, mahasiswa KKN-PPM UGM Periode 4 2023, dari Prodi Teknik Elektro UGM yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Prof. Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc. Ide pembuatan alat ini dari melihat kegiatan rutin yang dilakukan masyarakat untuk menebar pakan ikan dalam kolam-kolam ikan.

Selain itu, program kerja ini juga bertujuan untuk memanfaatkan barang bekas, sehingga harga lebih terjangkau dan ramah lingkungan. Alat ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tambak ikan dan mengefisienkan tenaga untuk memberi pakan ikan. Dengan memanfaatkan teknologi sederhana, APPIO ini dirancang untuk memberikan pakan secara teratur, serta memastikan kebutuhan pakan yang mendukung pertumbuhan optimal bagi ikan.

Read More
APPIO
Sosialisasi cara kerja dan pembuatan APPIO kepada Kelompok Wanita Tani “Lestari”, Sabtu (20/1/2024).

Keunggulan Alat Pemberi Pakan Ikan Otomatis (APPIO)

Salah satu keunggulan utama dari alat ini ini adalah penggunaan bahan-bahan bekas yang umumnya dianggap sebagai limbah. “Kami ingin membuktikan bahwa barang-barang bekas yang sebagian besar dianggap tidak berguna masih dapat dimanfaatkan dengan kreativitas untuk meningkatkan produktivitas tambak ikan serta lebih praktis,” kata Irfan. Barang bekas yang dapat dimanfaatkan bisa berupa kaleng bekas cat 10 kg, corong, atau sisa pipa PVC.

APPIO dilengkapi stop kontak otomatis, memastikan bahwa ikan mendapatkan pakan sesuai kebutuhannya dengan interval waktu tertentu. Dengan kemampuan otomatisasi ini, pemilik kolam ikan dapat fokus pada aspek-aspek lain dari manajemen kolam, meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.

Alat ini juga merupakan bentuk prototipe yang nantinya juga dapat dikembangkan untuk pemberian pakan ikan di tambak yang skalanya lebih besar. Evaluasi tentang kerja alat ini dan juga kemampuannya dalam meningkatkan produktivitas ikan masih perlu diuji lebih lanjut. Biaya pembuatan alat tersebut, lengkap dengan dinamo, timer otomatis, dan peralatan lainnya sekitar Rp80.000.

Inovasi APPIO Disambut Antusiasme Warga Padukuhan Malangrejo

Masyarakat Malangrejo antusias menyambut inovasi ini, hal tersebut disampaikan oleh Sarbini, Dukuh Malangrejo, “Kami berharap bahwa implementasi alat pemberi pakan otomatis ini dapat membantu mengatasi tantangan yang sering dihadapi dalam mengelola tambak ikan,” ungkapnya.

Irfan, selaku pelaksana program juga telah melakukan demonstrasi cara kerja alat tersebut kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) “Lestari” yang turut andil dalam pengembangan kolam ikan di Padukuhan Malangrejo. Diharapkan KWT Lestari dapat berperan juga dalam penggunaan dan pemeliharaan alat ini, serta memastikan keberlanjutan penggunaannya dalam jangka panjang.

Program kerja pembuatan APPIO dari barang bekas ini tidak hanya menciptakan solusi praktis untuk pemilik kolam ikan di Padukuhan Malangrejo, tetapi juga memberikan contoh inspiratif tentang bagaimana inovasi dapat lahir dari sumber daya yang mungkin terabaikan. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produksi ikan dan keberlanjutan tambak ikan di wilayah ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *