Jogjakeren.com – Genap delapan bulan beroperasi, Pendopo Sukses Makmur Barokah (SMB) menggelar acara tirakatan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-78 di lapangan parkir Masjid Baiturrahman Pogung Baru Sinduadi Sleman, pada Rabu (16/8/2023) malam. kegiatan tersebut dilaksanakan pada pukul 20.00 WIB dan dihadiri oleh paguyuban pedagang Pendopo SMB, serta pemuda Masjid Baiturrahman.
Acara tirakatan dibuka oleh Ketua Pendopo SMB Ir. H. Mandoyo Hadiwijoyo dan diisi dengan materi kebangsaan oleh mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPN “Veteran” Yogyakarta Dr. Lukmono Hadi, M.S. Hadir juga dalam acara tirakatan tersebut Seksi Pengabdian Masyarakat PC LDII Mlati H. Ponimin.
Pada kesempatan tersebut, Lukmono Hadi memaparkan perjalanan bangsa Indonesia meraih kemerdekaannya yang penuh dengan peran pemuda dan perempuan di dalamnya. Dimulai dari bibit perjuangan pemuda di tahun 1928 yang berikrar untuk menyatukan tanah air, kebangsaan, dan bahasa dengan mengesampingkan identitas kedaerahan demi memperjuangkan kemerdekaan. Lukmono juga mengingatkan pentingnya kemerdekaan untuk diisi dan dijaga agar negara tidak pecah dan tinggal kenangan.
Mandoyo Hadiwijoyo selaku Ketua Pendopo SMB menyatakan, acara tirakatan ini bertujuan untuk menarik generasi muda untuk lebih memikirkan sikap nasionalisme, bela negara, dan semangat kebangsaan. Terlebih Indonesia sedang menghadapi ancaman politik sentimen identitas menjelang pemilu presiden (Pilpres) tahun 2024. Menurutnya, penting bagi pemuda untuk memahami nilai-nilai tersebut untuk bisa menjaga kedamaian dan ketenangan nasional.
“Bagaimana kita bisa mengintegrasikan diri kepada lingkungan. Karena lingkungan itu kecenderungannya dalam hal bela negara, itu memang semua dituntut untuk bisa bekerja. Jadi kita harus menyesuaikan dengan lingkungan. Apalagi posisi pendopo ini ada di paling depan pintu gerbang masuk Pogung Baru. Jadi kita tentunya harus memposisikan diri sebagai sesuatu yang lebih baik dari pada yang di belakang,” jelas Mandoyo.
Atas terselenggaranya acara tersebut, H. Ponimin selaku Seksi Pengabdian Masyarakat PC LDII memandang positif tirakatan Pendopo SMB. Menurutnya, kegiatan semacam itu bisa menjadi sarana nggambuhi dan berbudi luhur kepada masyarakat sekitar. Ponimin juga mengapresiasi keterlibatan muda-mudi Masjid Baiturrahman di tengah fenomena apatisnya para pemuda zaman ini jika ada kegiatan kampung.
“Muda-mudi harapannya bisa budi luhur. Kalau di kampung itu, muda-mudi zaman sekarang dengan yang dulu itu berbeda. Salah satu contoh sekarang muda mudanya terutama kalau ada berita lelayu atau ada keluarga yang kena musibah, itu nanti di tempat kami, yang tampil biasanya rata-rata orang tua. Makanya itu (peran dari pemuda) juga dapat menjadi alat budi luhur,” tutur Ponimin.
Senada dengan itu, Mandoyo mengharapkan acara tirakatan ini dapat menjadi ajang integrasi warga LDII untuk lebih menyatu dengan lingkungan sekitar. Ia menegaskan bahwa LDII adalah organisasi agama yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila serta berperan aktif dalam menjaga persatuan NKRI.
“Kami ingin mengintegrasikan dengan lingkungan. LDII telah membuktikan diri sebagai organisasi yang sejalan dengan semangat Pancasila, menjunjung hukum, dan memelihara persatuan NKRI. Tentu saja, di dalam semangat Pancasila ini, kami juga menghormati nilai-nilai kemanusiaan sebagaimana diajarkan dalam ajaran Alquran dan Alhadis,” tegas Mandoyo.





