Melihat Sejarah Kota Jogja Melalui Kelas Cerita Pohon

Jogjakeren.com – Yogyakarta dahulu adalah hutan belantara. Dikenal dengan Alas Mentaok, yang kemudian menjadi cikal bakal kerajaan Mataram.

Pohon menjadi bagian sejarah dari sebuah kota. Pohon-pohon tua yang tersisa sekarang, melintasi waktu antar generasi, ‘saksi hidup’ di masa kerajaaan dan pra kemerdekaan NKRI.

Read More

Orang dahulu menandai daerah, dengan bentang alam seperti; sungai, gunung dan hutan (pepohonan).

Manusia kini, mengenal peta (map) dengan nama jalan raya dan titik koordinat.

Makin hari, pohon kini semakin berkurang, karena terdesak oleh pembangunan yang kadang ‘mengesampingkan’ keberadaan dan peran pohon.

Padahal pohon menjaga sumber daya air, udara bersih dan tempat tinggal burung, serangga semut dan makhluk hidup lainnya.

Kota berubah menjadi hutan baliho, menara selluler dan gedung-gedung tinggi.

Dalam rangka HUT ke-266 Kota Jogja, Jogja Adventure Kids (JAK) menggelar #KelasCeritaPohon, seri belajar sejarah dan sains.Dalam rangka HUT ke-266 Kota Jogja, Jogja Adventure Kids (JAK) menggelar #KelasCeritaPohon, seri belajar sejarah dan sains.

Program #KelasCeritaPohon ini akan dipandu oleh Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. Pemerhati Flora Sumbu Filosofi Jogja. Dosen pemangku mata kuliah Dendrologi di UGM. Aktif pula sebagai pembina pramuka Sakoda Sekawan Persada Nusantara DIY dan Wakil Ketua Pimpinan Saka Wanabakti Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY.

Ceritanya akan seputar pohon-pohon tua, lingkaran tahun, fungsi pohon, arsitektur pohon, keindahan lanskap dan sejarah kota.

Belajar dengan pendekatan penginderaan. Menjadikan anak lebih mudah memahami. Karena experiential (pengalaman) adalah cara mengalami dan berdekatan dengan alam lingkungan disekitar kita.

Program #KelasCeritaPohon akan dilaksanakan pada Minggu (16/10/2022) pukul 09.30 – 10.30 di halaman Benteng Vredeburg, Yogyakarta.

Kelas ini diharapkan mampu meletakkan kosakata ‘tanam dan tumbuh’ pada anak-anak. Yang kelak akan menjadi pemangku kebijakan masa depan kota ini, agar tetap lestari.

Program ini didukung oleh EIGER Adventure Indonesia, Saka Wanabhakti, SAKO – Sekawan Persada Nusantara dan LazisMU Mantrijeron yang akan membagikan  bibit untuk sedekah pohon.

Anak-anak peserta kegiatan ini akan bertualang, menjelajah kota. Belajar seru di bawah pohon yang meneduhi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments