Jogjakeren.com – Segala puji bagi Allah SWT Tuhannya semesta alam, dzat yang dengan kuasanya telah menurunkan Alquran sebagai pedoman dan petunjuk bagi umat manusia menuju surga-Nya. Alquran merupakan sebuah mahakarya tanpa cacat yang Allah SWT hadirkan kepada umat Nabi Muhammad SAW yang di dalamnya termuat perintah dan larangan, hukum, serta cerita. Sebagian besar isi di dalam Alquran adalah kisah-kisah umat terdahulu yang sengaja Allah SWT abadikan sebagai hikmah bagi umat-umat-Nya yang berakal. Firman Allah SWT:
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ ٱلْقَصَصِ بِمَآ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانَ وَإِن كُنتَ مِن قَبْلِهِۦ لَمِنَ ٱلْغَـٰفِلِينَ
Artinya: “Kami sampaikan kepadamu (wahai Nabi Muhammad) kisah-kisah terbaik melalui wahyu kami atas Alquran ini, meskipun sebelumnya kamu sama sekali tidak menyadarinya”. (Q.S Yusuf ayat 3)
Alquran merupakan pedoman manusia dalam menjalani kehidupan, yang setiap lika-liku kehidupannya supaya berpedoman pada Alquran, karena Alquran banyak memberikan pelajaran hidup dari kisah-kisah umat terdahulu. Terkadang kita bingung dengan alur kehidupan, Ketika kita berencana dan berikhtiar, namun hasil yang didapat tidak sesuai kenyataan.
Terkadang cobaan dan musidah datang silih berganti tidak memandang waktu dan kondisi, putaran kehidupan memang sangat dinamis. Mungkin saat ini kita di atas, dan tidak lama kemudian kita terperosok. Begitulah misterinya sebuah alur kehidupan. Maka dengan itu Alquran memberikan sebuah hikmah dari kisah terdahulu agar kita bisa mengambil hikmah dan pelajarannya, dan agar kita bisa menyikapi misteri alur kehidupan dengan baik, tidak mudah putus asa ataupun sampai memvonis atas qodar Allah SWT.
Dalam Alquran ada satu kisah fenomenal yang Allah SWT abadikan dalam Surat Yusuf, dimana dalam surat tersebut mengisahkan bagaimana perjuangan hidup seorang Nabi Yusuf AS. Kehidupan yang tidak mudah dilalui oleh Nabi Yusuf AS. Dikucilkan saudaranya, dibuang ke sumur oleh saudaranya, dijual oleh seorang kafilah dan dijadikan budak di Mesir, difitnah berzina dengan Zulaikha dan dimasukkan penjara oleh kerajaan Mesir tanpa berbuat kesalahan. Cobaan dan musibah yang sangat besar itu tidak membuat Nabi Yusuf AS putus asa dan terus bertahan hidup. Allah SWT pun memberikan sebuah nasihat kepada Nabi Yusuf AS. Allah SWT berfirman:
وَلَا تَا۟يْـَٔسُوا۟ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ لَا يَا۟يْـَٔسُ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْكَـٰفِرُونَ …
Artinya: “Dan janganlah kamu putus asa terhadap rahmat Allah, karena tidak ada seorang pun yang putus asa terhadap rahmat Allah, kecuali orang-orang yang tidak beriman”. (Q.S Yusuf ayat 87)
Musabab kesabaran dan ketabahannya, Allah SWT memberikan pertolongan kepadanya dengan dijadikan seorang wakil kerajaan yang diberi hak mengatur kerajaan dan pada akhirnya Nabi Yusuf AS dapat mengangkat derajat keluarganya dengan mengajak seluruh keluarganya termasuk saudara yang telah mencelakakannya untuk hidup di kerajaan mesir dengan damai dan makmur. Ini merupakan penutup hidup yang sangat luar biasa.
Dari kisah hidup yang sangat luar biasa ini banyak sekali mengandung hikmah di dalamnya untuk kita menjalani dinamika kehidupan sehingga kita bisa ambil pelajaran kesabaran, ketabahan, tidak mudah putus asa, dan nrimo ing pangdum (menerima apa adanya) terhadap qodar Allah SWT, tidak memvonis qodar Allah SWT. Kita supaya bisa meneladani dan mengaplikasikannya dalam menjalani kehidupan, karena tentunya dengan kesabaran dan ketabahan dari keterpurukannya hidup Nabi Yusuf AS dapat membawanya ke kehidupan yang sangat baik.
Perlu diingat bahwa Allah SWT itu Maha Adil, Maha Adilnya Allah SWT ialah setiap hidup ketika ada cobaan ataupun musibah, Allah SWT juga memberikan pertolongan yang jauh lebih baik.
فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا
Artinya: Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”. (Q.S Ash-Sharh ayat 4)
Akhir kata sebagai penutup, Allah SWT berfirman:
لَقَدْ كَانَ فِى قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌۭ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَـٰبِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًۭا يُفْتَرَىٰ وَلَـٰكِن تَصْدِيقَ ٱلَّذِى بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَىْءٍۢ وَهُدًۭى وَرَحْمَةًۭ لِّقَوْمٍۢ يُؤْمِنُونَ
Yang artinya: “ Dalam kisah-kisah mereka sungguh ada hikmah bagi orang-orang yang berakal. Pesan ini tidak boleh dibuat-buat, melainkan merupakan penegasan wahyu sebelumnya, penjelasan rinci tentang segala sesuatu, petunjuk, dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (Q.S Yusuf ayat 111).
TABIK






Hikmah yang bisa kita petik dari tulisan ini sangat relate dengan kehidupan jaman now dikala datang musibah untuk tidak langsung su’udzon kepada Allah dan diri sendiri tetapi jalani dengan kesabaran, ketabahan, tidak mudah putus asa, dan nrimo ing pangdum (menerima apa adanya) terhadap qodar Allah SWT, tidak memvonis qodar Allah SWT.