Napak Tilas Nabi Muhammad SAW Melalui Isra Mi’raj

Isra Mi'raj
Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1445 H (Foto: ist)

Jogjakeren.com – Isra Mi’raj merupakan dua bagian perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam. Ini merupakan peristiwa maha dahsyat yang sebelumnya tidak ada satu pun manusia yang mengalaminya. Menempuh perjalanan superkilat lalu naik ke langit hingga sidratul muntaha. Selain mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam, Nabi Muhammad SAW juga bisa napak tilas mengenang para pendahulu.

Rekaman perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa ini cukup detail dijelaskan dalam kitab Dardir Qishatul Mi’raj atau Bainama. Dalam kitab yang mengambil sumber dari sejumlah hadits itu, dikisahkan langkah demi langkah Rasulullah dalam melewati berbagai dimensi, mulai dari persiapan, pemberangkatan hingga kembali lagi ke bumi.

Sebagaimana diketahui, Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjid Al-Haram di Mekkah ke Masjid Al-Aqsha di Palestina. Dalam perjalanan menuju Palestina, Nabi Muhammad melaksanakan shalat sunah di beberapa tempat, di antaranya di pohon yang dulu pernah dipakai berteduh oleh Nabi Musa saat dikejar-kejar Fir’aun, di Thursina tempat Nabi Musa bermunajat, dan di Betlehem tempat kelahiran Nabi Isa.

Setelah melewati perjalanan yang diwarnai dengan berbagai suguhan pemandangan tak lazim, sampailah Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Aqsha. Di sana Nabi Muhammad SAW berjumpa dengan para nabi dan rasul kemudian melaksanakan shalat berjamaah, Nabi Muhammad SAW menjadi imamnya.

Saat menempuh perjalanan Mi’raj, Nabi Muhammad SAW melewati 7 lapis langit dan berjumpa dengan beberapa nabi, antara lain Nabi Adam, Nabi Yahya, Nabi Isa, Nabi Yusuf, Nabi Idris, Nabi Harun, Nabi Musa, dan Nabi Ibrahim. Para Nabi ini kemudian mendoakan Nabi Muhammad SAW.

Datangnya Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tanggal 27 Rajab  1445 H yang jatuh pada tanggal 8 Februari 2024 ini, mengingatkan kembali betapa pentingnya napak tilas jejak para pendahulu dan leluhur serta sowan kepada para sesepuh atau senior. Kehidupan umat Islam yang ada di dunia saat ini tidak pernah lepas dari peran serta para pendahulu. Doa dan wejangan dari sesepuh atau senior yang memiliki banyak pengalaman, akan sangat bermanfaat untuk melakoni kehidupan saat ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *