Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Sudah Bersyukur Kah Kita Kepada Guru?

Pahlawan Guru
Ilustrasi (Foto: merdeka.com)

Jogjakeren.com – Experience is the best teacher atau bisa juga diartikan pengalaman adalah guru terbaik. Kalimat tersebut merupakan perkataan Cicero, seorang filsuf dan orator Romawi.

Memang benar, baik pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain adalah guru terbaik untuk kita. Terlebih jika yang dialami adalah pengalaman yang kurang menyenangkan. Namun, dengan adanya pengalaman tersebut, kita bisa belajar apabila mengalami kejadian yang sama. Dari pengalaman yang buruk pula kita bisa menjadi semakin kuat. Jadi, alasan mengapa pengalaman bisa disebut sebagai guru terbaik karena dari pengalaman itulah kita bisa mengambil banyak hikmah.

Read More

Nah, berbicara mengenai guru, sebenarnya siapa saja sih orang-orang yang bisa disebut sebagai guru? Menurut KBBI, guru adalah orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar. Dari pengertian tersebut, bisa juga kita ambil kesimpulan bahwa guru adalah orang yang mempunyai andil dalam proses belajar. Itu artinya, guru bukan hanya seseorang yang biasa mengajarkan kita di sekolah. Orang tua, mubaligh, ustaz, mentor, dan semua orang yang turut andil dalam proses menjadikan sebaik-baiknya manusia bisa dikatakan sebagai guru.

Pahlawan tanpa tanda jasa adalah julukan yang biasa diberikan kepada guru. Begitu banyak orang sukses melalui ilmu yang sudah diberikan olehnya. Namun, sangat disayangkan bahwa jasanya yang begitu besar seringkali tidak dihargai dengan setimpal, baik dari segi material ataupun perlakuan. Untuk itu, sebagai seorang murid setidaknya kita bisa semaksimal mungkin dalam menghargai jasa guru.

Menghargai jasa orang lain merupakan bentuk syukur kita terhadap orang tersebut. Kalau kita sudah bisa bersyukur kepada orang lain, itu tandanya kita juga mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Dengan mensyukuri apa yang sudah kita dapatkan pun tidak ada ruginya. Justru jika tidak mensyukuri nikmat yang sudah diberikan-Nya, kita sendiri yang akan merasakan kerugiannya.

Nah, supaya kita tidak mengkufuri nikmat Allah, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk menghargai jasa seorang guru. Yuk kita simak!

1. Memperhatikan ketika guru menjelaskan dan berusaha memahamkan diri

Tidak ada murid yang bodoh, yang ada hanyalah murid yang belum menemukan guru terbaik untuk mengajarinya. Tapi, jika kita belum cocok dengan satu guru, bukan berarti kita boleh meremehkannya. Meskipun apa yang diajarkan sangat susah untuk dicerna oleh otak kita, kita tetap berkewajiban untuk memperhatikan penjelasannya dan berusaha memahamkan diri. Kalau kata orang “Cintai dulu gurunya, maka kamu akan senang dengan apa yang diajarkannya.”

2. Memberikan hadiah

Hadiah tidak harus mewah. Cukup dengan ucapan terima kasih, surat, atau pesan lewat media sosial, guru sudah merasa sangat dihargai. Ini merupakan salah satu bentuk penghargaan berupa perlakuan kita terhadap guru. Tapi, kalau memang mau memberikan hadiah seperti bingkisan, itu lebih bagus.

3. Menjadi orang yang sukses seperti apa yang dicita-citakan

Suksesnya seorang murid adalah suksesnya guru juga. Seorang guru mengaji akan merasa sukses jika muridnya bisa memahami apa yang sudah diajarkannya kemudian bisa mengamalkannya. Bahkan, guru mengaji akan merasa lebih sukses ketika muridnya mampu menyampaikan kembali ilmu yang sudah diajarkannya kepada orang lain. Adapun guru di sekolah, beliau akan merasa sukses jika muridnya bisa memahami materi yang sudah diberikan dan apa yang dicita-citakan bisa tercapai.

Nah, dengan semakin banyak kita bersyukur, semakin besar pula kebahagiaan yang akan kita dapatkan. So, sudahkah kita bersyukur kepada para pahlawan kita?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.