Pembekalan Keterampilan Santri Ponpes Nur Azizah Sleman

Pembekalan Keterampilan Santri dan Santriwati Ponpes Nur Azizah Sleman
Pembekalan Keterampilan Santri dan Santriwati Ponpes Nur Azizah Sleman

Jogjakeren.com – Pondok Pesantren Nur Azizah Sidoarum, Sleman, Yogyakarta mengadakan kegiatan Pembekalan Keterampilan bagi santriwan dan santriwati pada Selasa (21/03/2023). Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin para santri yang diadakan setiap satu bulan sekali.

Tujuannya supaya para santri tidak hanya memiliki ilmu agama yang kuat, tetapi juga ilmu atau keterampilan yang memadai supaya bisa bertahan dimasa depan. Kegiatan yang dilaksanakan kali ini bertajuk “Memasak Kupat Tahu”.

Acara masak-memasak ini merupakan curahan pemikiran dari para santri itu sendiri, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi yang dilakukan murni oleh santri. Dalam tahap perencanaan, setiap santri telah dibagi menjadi beberapa tim dengan tugasnya masing-masing.

Bacaan Lainnya
Pembekalan Keterampilan bagi Santri Ponpes Nur Azizah Sleman
Pembekalan Keterampilan bagi Santri Ponpes Nur Azizah Sleman

Ada tim bumbu yang bertugas menyiapkan dan menghaluskan bumbu, tim masak yang bertugas menggoreng bakwan dan bakso, tim potong yang bertugas memotong ketupat dan tim lainnya.

Santri pondok yang berjumlah 25 orang ini melakukan tugasnya masing-masing dengan baik dan riang. Setelah 2 jam memasak, para santri kemudian makan bersama. Dalam pelaksanaanya, santri putra turut berkontribusi di dalamnya.

Pembekalan Keterampilan Santri untuk Kemandirian Dimasa Depan

“Tujuannya supaya ketika besok yang putra sudah menjadi bapak, kemudian ditinggal istrinya masih tetap bisa mandiri, masak sendiri. Dan yang putri ketika menjadi ibu atau pengusaha sudah memiliki bekal yang mumpuni,” ujar Syaiful, salah satu dewan guru pondok.

Santri Putri Mempraktekkan Keterampilan Memasak
Santri Putri Mempraktekkan Keterampilan Memasak

Tidak hanya santri, para guru dan pembina pondok turut hadir untuk memantau kegiatan. “Saya sangat senang, karena acaranya bagus. Dari awal santri-santri bermusyawarah sendiri untuk merencanakan kegiatan ini,” ujar pembina pondok.

H. Jiwantoro, S.Pd. selaku pembina pondok. “Bahkan masyarakat sekitar pernah ada yang request memasak untuk pesta di rumahnya, karena tau (kalau) santri di sini ada yang masakannya enak,” tambahnya.

Para santri juga merasa senang dengan kegiatan memasak ini karena bisa sebagai selingan pengajian. “Supaya bisa refreshing dan tidak bosan mengaji terus menerus. Dari santri juga jadi menambah keakraban, kerukunan dan melatih kerjasama,” pungkas Dhea, salah satu santri pondok.

Melalui pembekalan keterampilan ini, diharapkan para santri Ponpes Nur Azizah sudah memiliki bekal hidup mandiri. Berbekal keterampilan tersebut, diharapkan pula para santri bisa membuka usaha kecil-kecilan sendiri. Para guru juga berharap supaya selain memiliki ilmunya, santri juga bisa menerapkannya di kehidupan saat mengabdi atau setelah menikah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *