Jogjakeren.com – Berdasarkan catatan sejarah, peran santri sangat besar dalam memperjuangkan kemerdekaan dasn mempertahankan keutuhan NKRI. Santri yang dididik dengan pelajaran agama ternyata punya jiwa nasionalisme yang tinggi, sehingga tidak mau bumi Indonesia ini dijajah oleh Belanda yang hanya membawa kesengsaraan pada seluruh rakyat.
Jaman selalu berubah dengan penuh dinamikanya. Apabila zaman sebelum kemerdekaan dulu, bangsa Indonesia melawan penjajah, maka saat ini setelah merdeka, wujud perlawanannya berbeda. Dua tahun terakhir ini bangsa Indonesia dilanda masa pandemi Covid-19 yang sangat luar biasa dampaknya.
Selain banyak warga yang sakit dan meninggal dunia, hampir semua sektor kehidupan lumpuh. Akibatnya juga berdampak pada sektor ekonomi. Banyak pelaku usaha yang turun penghasilannya bahkan tidak sedikit yang gulung tikar.
Untuk menyikapi dampak yang sangat dahsyat ini, pemerintah berupaya memutus rantai penyebarannya dengan membuat pedoman dan protokol kesehatan (prokes), yang lebih sering disebut gerakan 5 M dalam kehidupan sehari-hari. Gerakan 5 M ini meliputi mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.
Sebaik apapun program dan kebijakan dari pemerintah, akan sia-sia apabila tidak ada dukungan dari warga masyarakat. Kenyataan yang terjadi di masyarakat, tidak sedikit warga yang mengabaikan prokes tersebut dengan berbagai alasan. Disinilah peran santri sangat dibutuhkan.
Apabila setiap santri dapat melakukan rutin mencuci tangan, memakai masker saat keluar rumah, menjaga jarak saat bertemu dengan orang lain, menjauhi kerumunan di tempat umum dan mengurangi mobilitas apabila tidak ada hal kepentingan yang mendesak, maka secara langsung maupun tidak langsung membantu upaya pemerintah mengurangi penyebaran Covid-19.
Membantu secara langsung, karena para santri dapat menjaga diri sendiri dari ancaman Covid-19. Sedangkan membantu secara tidak langsung, karena sikap mereka yang selalu patuh menjalankan prokes, akan dilihat warga lain. Hal ini akan menjadi contoh dan nasihat bagi warga yang melihatnya.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Indonesia sebanyak 272,23 juta jiwa pada Juni 2021. Dari jumlah tersebut, sebanyak 236,53 juta jiwa (86,88%) beragama Islam. Artinya mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim yang notabene terdapat santri di dalamnya.
Apabila setiap santri dapat menerapkan gerakan 5 M dalam kehidupan sehari-hari, niscaya akan menjadi potensi luar biasa untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Hal ini menjadi kesempatan para santri untuk merealisasikan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah Indonesia.
Selamat Hari Santri Nasional 2021





