Ratusan Remaja Putri dan Ibu-ibu Charge Iman dengan Nasihat Agama di PPPM Baitussalam Yogyakarta

PPPM Baitussalam
Ratusan remaja putri dan ibu-ibu mendengarkan nasihat agama di PPPM Baitussalam, Daengan, Minggu (28/1/2024).

Yogyakarta, jogjakeren.com – Menetapi agama Islam bukan perkara mudah. Namun jangan menyerah meskipun banyak hal membencikan yang akan terjadi. Zaman dahulu istri seorang Raja Firaun yang memilih masuk kedalam Islam padahal suaminya sangat kejam bahkan mengaku sebagai Tuhan, yaitu Asiyah. Meskipun mendapat siksaan dari suaminya sendiri, Asiyah tetap teguh mempertahankan keimanannya, hingga detik terakhir akan dibunuh dengan cara dipanah, Asiyah tersenyum sebab Allah memperlihatkan surga kepadanya.

Allah perintah untuk beribadah, sholat 5 waktu. Sholat merupakan amalan yang pertama kali dihisab. “Maka, kita supaya sholat 5 waktu tepat pada waktunya, menjaga kehusyukan dan tumakninah, sebab sholat itu ibadah yang tidak bisa disambi serta diusahakan sholat berjamaah di masjid, pahala sholat berjamaah yaitu 27 derajat,” kata Ustadzah Neneng Karyawati saat mengisi pengajian yang dihadiri remaja putri dan ibu-ibu di Pondok Pesantren Pelajar Mahasiswa (PPPM) Baitussalam Daengan, Yogyakarta, Minggu (28/1/2024).

Dalam menjaga sholat lima waktu, Ustadzah Neneng mengingatkan untuk memperhatikan suci najis, karena banyaknya siksa kubur itu disebabkan tidak bisa menjaga kencing artinya sembrono/meremehkan masalah najis. “Tapi jangan pula menajiskan sesuatu yang tidak kita lihat itu terkena najis, kembalikan ke hukum asal alam yaitu semua suci kecuali yang memang betul-betul najis yaitu ada bentuk, warna dan bau. Anak sedini mungkin diajari tentang kesucian, cara bersesuci. Agar ibadah yang kerjakan diterima Allah SWT,” jelasnya.

Read More

Karena perempuan itu keimananya lebih lemah dari laki-laki, ia mengajak peserta pengajian untuk mencari pulihan pahala dengan memiliki amalan ibadah yang rutin atau amalan andalan. Nabi Muhammad SAW: “Amalan yang paling baik adalah yang sedikit namun rutin dikerjakan”. “Merutinkan membaca istighfar dan kalimat thayyibah, maka Allah SWT akan membuat hati dan pikiran menjadi tenang, bisa berfikir jernih, tidak mudah emosi,” jelasnya.

Memiliki amalan andalan juga bisa dijadikan senjata ketika berdoa kepada Allah SWT, seperti kisahnya 3 orang pemuda yang terperangkap di dalam goa, mereka menjadikan amalan andalan untuk berdoa meminta agar batu yang menutupi pintu goa terbuka. Allah pun mengabulkan doa mereka, batu yang menutupi pintu gua sedikit demi sedikit terbuka dan mereka pun dapat keluar dari gua tersebut.

Sibukkan diri dengan amal sholih/berbuat baik, jauhi lahan/sesuatu yang menjauhkan diri dari ingat Allah, perbanyak ibadah dzikir, membaca alquran, sholat, puasa. “Sehingga ketika sibuk mencari pahala, waktu yang ada habis digunakan untuk hal yang bermanfaat, dan kesempatan untuk menghabiskan waktu berjam-jam mengakses yang tidak penting di HP menjadi jarang,” kata guru Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri ini.

Selain itu, kepahaman agama sangatlah penting, bekali diri dan anak-anak kita dengan ilmu agama dan sekolahkan mereka. Jika dirasa kurang bisa dalam mendidik anak, maka supaya di pondokkan. Zaman dahulu seorang ibu membawa anaknya yang masih kecil kepada Nabi, anak itu bernama Anas. Ibunya Anas menitipkannya kepada Nabi, dan meminta Nabi untuk mendidiknya sebab ibunya Anas merasa bahwa Nabi mampu mendidik anaknya, agar berhasil urusan dunia dan utamanya urusan agama. Kemudian saat dewasa Anas tumbuh menjadi orang yang faham agama dan juga orang kaya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *