Jogjakeren.com – Anemia merupakan kondisi kurangnya jumlah sel darah merah dalam tubuh. Kondisi tersebut dapat mnyebabkan mudah lelah, lemah, pusing ketika berdiri, dan sakit kepala. Salah satu cara untuk mencegah dan menangani anemia adalah dengan mengonsumsi tablet tambah darah.
Tablet tambah darah adalah sumplemen zat gizi yang mengandung zat besi dan asam folat. Zat besi dan asam folat ini berguna untuk pembentukan hemoglobin dalam tubuh.
Tablet tambah darah mudah ditemui di apotek dengan harga berkisar di antara Rp2.800 – Rp15.500 per strip. Umumnya tablet tambah darah dapat menyebabkan mual tetapi beberapa produk tidak memiliki efek samping ini.
Siapa Saja yang Perlu Mengonsumsi Tablet Tambah Darah Secara Rutin?
Anemia gizi pada umumnya dijumpai pada golongan rawan gizi yaitu ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, anak sekolah, anak pekerja atau buruh yang berpenghasilan rendah. Oleh karena itulah, pemerintah kemudian mengadakan program pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri usia 12-18 tahun, wanita usia subur (WUS) usia 15-49 tahun dan ibu hamil.
Pada ibu hamil, anemia akan meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah, keguguran, lahir sebelum waktunya, risiko perdarahan sebelum dan/atau pada saat persalinan yang dapat menyebabkan kematian ibu dan bayinya.
Pada bayi dalam kandungan dapat mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan, tidak dapat mencapai tinggi optimal dan anak menjadi kurang cerdas. Wanita usia subur dan remaja cenderung menderita anemia dikarenakan wanita mengalami menstruasi setiap bulan, dan ini akan diperberat jika asupan zat besi dari makanan sehari-hari rendah.
Pada tahun 2018, terdapat 32% remaja di Indonesia yang mengalami anemia, artinya 3-4 dari 10 remaja menderita anemia. Sekitar 7.5 juta remaja tersebut berisiko untuk mengalami hambatan dalam tumbuh kembang, kemampuan kognitif dan rentan terhadap penyakit infeksi. Selain itu, hal itu dapat menyebabkan kurang gizi pada generasi selanjutnya.
Berapa Banyak Tablet Tambah Darah yang Perlu Dikonsumsi?
Remaja: 100 Tablet Selama Setahun
Remaja usia 12-18 tahun dianjurkan mengonsumsi tablet tambah darah dengan dosis 1 tablet per minggu sepanjang tahun dan pada masa haid diberikan 1 tablet per hari selama 10 hari.
Tablet tambah darah mungkin telah diberikan di institusi pendidikan (SMP dan SMA sederajat). Jika kamu belum mendapatkannya, kamu dapat menghubungi Puskesmas sekitar atau membelinya langsung di apotek.
WUS (Wanita Usia Subur) : 100 Tablet Selama Setahun
Masih dengan dosis yang sama, WUS atau wanita usia subur usia 15-49 tahun dianjurkan mengonsumsi tablet tambah darah dengan dosis 1 tablet per minggu sepanjang tahun dan pada masa haid diberikan 1 tablet per hari selama 10 hari. Biasanya tablet tambah darah tersebut disediakan oleh institusi tempat kerja atau disediakan secara mandiri.
Ibu Hamil : 90 Tablet Selama Kehamilan
Ibu hamil dianjurkan mengonsumsi tablet tambah darah setiap hari selama masa kehamilannya atau minimal 90 tablet. Tablet tambah darah tersebut dapat ibu dapatkan ketika melakukan pemeriksaan ibu hamil di Puskesmas.
Apakah Remaja dan Dewasa Laki-Laki Perlu Mengonsumsi Tablet Tambah Darah Secara Rutin?
Pada remaja putri, zat besi dibutuhkan lebih banyak karena adanya menstruasi setiap bulannya. Kebutuhannya sebanyak 15mg/hari, sementara untuk remaja laki-laki membutuhkan 11-12 mg zat besi per hari.
Namun, jika remaja laki-laki terkena anemia, tenaga kesehatan bisa saja meresepkan tablet tambah darah. Apalagi, anemia yang tidak segera diobati dapat berakibat pada terlambatnya pematangan seksual, gangguan proses kognitif, dan hambatan pertumbuhan.




