Ternyata Bisa KB Tanpa Kontrasepsi Loh!

Ternyata Bisa Ber-KB Tanpa Kontrasepsi loh! (Foto : ai-care.id)
Cegah kehamilan tidak diinginkan dengan KB Alami (Foto : ai-care.id)

Jogjakeren.com – Keluarga Berencana adalah bagian penting dari perencanaan keluarga sehat. Jika kamu enggan atau takut ber-KB, KB alami bisa menjadi pilihan untukmu. Mulai dari Metode Kalender, Metode Hari Standar, Metode Lendir Serviks, Metode TwoDay, Metode Coitus Interruptus, dan Metode Basal Body Temperature (BBT) dapat membantu mencegah kehamilan.

Keluarga Berencana (KB) adalah bagian penting dari perencanaan kehamilan dan keluarga sehat. Berbagai jenis kontrasepsi modern telah tersedia dan sangat efektif mencegah kehamilan. Namun, kontrasepsi yang melibatkan penggunaan bahan kimia atau hormon sintetis tentu memiliki efek samping bagi tubuh.

Untuk kamu yang takut atau enggan menggunakan kontrasepsi modern, KB alami bisa menjadi alternatif. KB alami mengandalkan pemahaman tubuh, pengamatan siklus menstruasi, dan tanda-tanda kesuburan. Jika dilakukan dengan konsisten, kamu tidak perlu menggunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan.

Bacaan Lainnya

 Mengapa harus ber-KB?

Perencanaan keluarga merupakan poin penting yang harus dipersiapkan setelah menikah. Dengan perencanaan keluarga yang matang, pasangan bisa mengembangkan diri dan karier. Pasangan juga dapat meningkatkan kualitas keluarga, khususnya kehidupan perekonomian keluarga. 

Perencanaan kehamilan, termasuk memilih kontrasepsi, juga dapat meningkatkan kesehatan mental dan kebahagiaan bagi perempuan. Di sisi lain, kasih sayang dan kebutuhan finansial untuk anak bisa dimaksimalkan.

Keluarga Berencana sendiri merupakan program pemerintah Indonesia sejak tahun 1970. Program ini diharapkan menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Angka kematian ini dipengaruhi oleh terjadi karena ibu yang terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak, atau terlalu dekat dengan kehamilan sebelumnya. Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) dan diakhiri (aborsi, terutama jika dilakukan dengan tidak aman), juga berisiko terjadinya komplikasi aborsi.

Macam KB Alami

Dilansir dari the American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan American Pregnancy Association, berikut beberapa macam KB Alami :

1.Metode Kalender (Rhythm Method)

Ternyata Bisa Ber-KB Tanpa Kontrasepsi Loh!
Kalender siklus menstruasi untuk mengetahui masa subur (Foto : bocahindonesia.com)

Metode Kalender melibatkan pemantauan siklus menstruasi untuk mengidentifikasi periode subur. Kamu perlu mencatat panjang siklus menstruasi selama beberapa bulan. Data tersebut dapat memperkirakan hari-hari subur.

Jika kamu kesulitan, aplikasi menstruasi dapat mempermudah perhitunganmu. Namun, metode ini memerlukan siklus menstruasi yang teratur dan dapat dipengaruhi oleh faktor seperti stres atau perubahan hormonal.

2. Metode Hari Standar

Metode hari standar mengikuti aturan standar hari apa selama siklus menstruasi yang paling subur. Jika siklus kamu antara 26 hari dan 32 hari, metode hari standar menganggap hari ke 8–19 sebagai hari paling subur. 

Untuk mencegah kehamilan, sebaiknya hindari berhubungan badan atau gunakan metode KB penghalang pada hari-hari tersebut. Metode hari standar bekerja paling baik jika siklus kamu teratur dan konsisten antara 26-32 hari.

3. Metode lendir serviks

Metode lendir serviks melibatkan pengenalan perubahan lendir yang dihasilkan oleh serviks dan bagaimana konsistensi lendir. Tepat sebelum ovulasi, jumlah lendir yang dibuat oleh serviks meningkat sehingga lendir menjadi encer, bening, licin, dan elastis. Setelah ovulasi, jumlah lendir berkurang dan menjadi lebih kental serta kurang terlihat.

Ternyata Bisa Ber-KB Tanpa Kontrasepsi Loh!
Mengamati pengeluaran lendir serviks dapat mencegah kehamilan (Foto : verywellfamily)

Untuk mencegah kehamilan, kamu harus menghindari hubungan seksual atau menggunakan metode kontrasepsi penghalang sejak pertama kali melihat adanya lendir serviks. Sebaliknya, untuk meningkatkan kehamilan, kamu harus melakukan hubungan intim setiap hari atau dua hari sekali ketika terdapat lendir serviks yang encer dan licin.

Saat menggunakan metode yang mengandalkan lendir serviks, waspadai setiap perubahan kesehatan atau rutinitas harian yang dapat mempersulit membaca tanda ovulasi. Obat-obatan, produk kebersihan wanita, douching, hubungan seksual, menyusui, atau penggunaan lubrikasi dapat mengubah tampilan lendir serviks.

4. Metode TwoDay

Metode ini adalah variasi dari metode lendir serviks. Dengan metode TwoDay, kamu perlu memeriksa lendir serviks setidaknya dua kali sehari dan kemudian bertanya pada diri sendiri dua pertanyaan:

  1. Apakah saya melihat ada pengeluaran lendir hari ini?
  2. Apakah saya melihat adanya pengeluaran lendir kemarin?

Jika jawabannya iya, kemungkinan besar kamu dalam masa subur. Untuk mencegah kehamilan, sebaiknya hindari hubungan seksual atau gunakan metode KB penghalang. Jika kamu tidak melihat adanya lendir serviks hari ini dan kemarin (2 hari kering berturut-turut), kemungkinan terjadinya kehamilan lebih kecil.

5. Metode Penarikan (Coitus Interruptus) 

Metode ini dilakukan dengan menarik penis dari vagina sebelum ejakulasi. Dengan begitu, sprema tidak masuk kedalam vagina. Namun, metode ini cukup berisiko karena cairan pra-ejakulasi mungkin telah mengandung sperma.

Yang perlu diperhatikan dalam metode ini yaitu :

  • Penarikan di waktu yang tepat. Saat merasa akan terjadi ejakulasi, segera lakukan penarikan. Pastikan ejakulasi terjadi jauh dari vagina.
  • Bersihkan sebelum berhubungan seks lagi.  Jika berencana untuk segera berhubungan seks lagi, buang air kecil dan bersihkan ujung penis terlebih dahulu. Ini akan membantu mengeluarkan sperma yang tersisa dari ejakulasi terakhir.

6. Basal Body Temperature (BBT) atau Metode Suhu Tubuh Basal

BBT adalah suhu tubuh yang dihitung saat kamu benar-benar istirahat. Suhu normal tubuh sedikit meningkat selama ovulasi (0,5–1°C) dan tetap tinggi hingga akhir siklus menstruasi. Hari-hari paling subur adalah 2-3 hari sebelum kenaikan suhu ini.

Ukur suhu tubuh Anda setiap pagi setelah bangun tidur, sebelum beraktivitas, bangun tidur, atau makan dan minum. Catat suhu ini setiap hari.

Metode ini memiliki beberapa kelemahan. Metode hanya menunjukkan kapan ovulasi telah terjadi, bukan kapan akan terjadi. Selain itu, jika kamu demam atau sakit yang menunjukkan gejala peningkatan suhu tubuh, metode BBT mungkin tidak dapat diandalkan.

Efektivitas KB Alami

Jika digunakan dengan benar dan konsisten, KB alami dapat mencapai tingkat efektivitas sekitar 90% dalam mencegah kehamilan. Efektivitas tergantung pada ketekunan melacak pola kesuburan. Diperlukan juga komitmen untuk tidak melakukan hubungan seksual atau menggunakan kontrasepsi penghalang selama masa subur.

Berdasarkan penggunaan rata-rata, KB alami menunjukkan tingkat kegagalan sekitar 25%. Jika kamu berkomitmen untuk melacak dan mencatat informasi kesuburan, kamu dapat mencapai tingkat keberhasilan yang jauh lebih tinggi.

 Keunggulan 

  • Efektif bila digunakan dengan benar dan konsisten
  • Tidak ada risiko atau efek samping kesehatan
  • Kesuburan dapat segera kembali setelah tidak menggunakannya
  • Tidak perlu peralatan khusus, obat-obatan, resep, atau kunjungan fasilitas kesehatan
  • Tidak memerlukan biaya
  • Dapat diterima bagi pasangan yang memiliki kepercayaan agama terkait dengan kontrasepsi
  • Efektif untuk pasangan yang sedang mencegah atau mencoba untuk hamil

Kekurangan 

  • Membutuhkan ketekunan dari kedua pasangan
  • Membutuhkan periode pantang hubungan seksual atau kontrasepsi cadangan selama kurang lebih 1/3 bulan
  • Tidak melindungi dari infeksi menular seksual (IMS)
  • Lebih menantang bagi wanita dengan siklus tidak teratur
  • Tidak dianjurkan untuk wanita yang mencegah kehamilan karena risiko medis berbahaya

Penting untuk diingat bahwa KB alami memerlukan kesabaran, komunikasi, dan pemantauan yang cermat. Metode ini mungkin tidak cocok untuk semua orang dan memiliki tingkat keberhasilan yang bervariasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *