Tips Hadapi Seleksi Bakat Skolastik dari Persiapan sampai Pengumuman

Seleksi Bakat Skolastik
Strategi hadapi seleksi bakat skolastik dari mulai persiapan hingga pengumumannya.

Jogjakeren.comSeleksi bakat skolastik dilaksanakan untuk pendaftar beasiswa LPDP tanpa LoA Unconditional setelah lolos seleksi administrasi. Sejak pandemi, seleksi bakat skolastik dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi ExamBrowser, lho Sob.

Kamu perlu tahu Sob, seleksi bakat skolastik atau sering disingkat SBS ini terdapat dua tes, lho. Seleksi bakat skolastik meliputi Tes Bakat Skolastik (TBS) dan Tes Kepribadian SJT (Situational Judgement Test).

Apa itu TBS?

TBS mengukur potensi keberhasilan atau kemampuan belajar seseorang jika mendapatkan kesempatan belajar pada jenjang yang lebih tinggi. Terdapat tiga subtes di TBS, yaitu penalaran verbal, penalaran kuantitatif, dan pemecahan masalah.

Read More

Durasi pengerjaan TBS adalah 90 menit, dengan rincian:

  • penalaran verbal sebanyak 23 soal dalam 30 menit;
  • penalaran kuantitatif sebanyak 25 soal dalam 40 menit; dan
  • pemecahan masalah sebanyak 12 soal dalam 20 menit.

Apa itu SJT?

SJT merupakan tes kepribadian yang menghadapkan peserta tes pada situasi-situasi yang mengharuskannya untuk melakukan penilaian dan pengambilan keputusan berdasarkan hal yang diyakini, diharapkan, atau kebiasaan yang dilakukan. Adapun SJT dengan jumlah soal 40 dapat dikerjakan dalam durasi 45 menit.

Kamu Butuh Persiapan yang Matang

Dengan mempertimbangkan durasi seleksi yang singkat untuk mengerjakan soal yang relatif banyak, diperlukan persiapan yang matang. Persiapan tersebut meliputi aspek teknis dan non-teknis, Sob.

Aspek teknis yang dipersiapkan, antara lain: membaca tata tertib, informasi penting, spesifikasi minimum komputer, dan petunjuk instalasi. Selain aspek-aspek tersebut, kamu perlu memahami petunjuk pengerjaan seleksi di buku panduan SBS yang dapat kamu akses di laman https://lpdp.kemenkeu.go.id/, Sob.

Sedangkan, aspek non-teknis yang perlu dipersiapkan adalah membiasakan diri untuk mengerjakan soal-soal seperti tes potensi akademik pada ujian masuk pascasarjana atau tes intelegensia umum pada tes CASN/CPNS. Latihan soal-soal dapat dimulai lebih awal, tidak perlu menunggu pengumuman hasil seleksi administrasi.

Menjelang Tes

Sebelum mengerjakan tes, pastikan bahwa semua aspek teknis telah siap dengan baik. Kamu perlu mengecek perangkat komputer, koneksi internet, dan ruang yang kondusif tidak dilalui orang lain ya, Sob.

Selain itu, kamu siapkan juga kertas untuk menghitung atau mencoret-coret, KTP, dan alat tulis secukupnya. Jangan lupa berdoa dan menjaga ketenangan ya Sob karena itu merupakan kunci menghadapi soal-soal.

Saat Tes

Yang tidak kalah penting adalah ketika menghadapi soal-soal, perhatikan juga sisa waktu yang tersedia ya, Sob. Kamu tidak perlu berlama-lama di satu soal yang relatif sulit hanya karena jawabannya belum ditemukan atau masih dipikirkan.

Jawablah sedapat kamu terlebih dahulu dengan memberikan tanda ‘ragu-ragu’ pada nomor tersebut kemudian beralih ke nomor berikutnya. Jangan sampai ada jawaban kamu yang kosong Sob karena tidak ada pengurangan skor untuk jawaban salah.

Setelah menghadapi satu atau beberapa soal yang relatif sulit, tidak menutup kemungkinan kamu akan menemukan soal-soal yang lebih mudah. Dengan begitu, kamu lebih cepat dalam mengerjakannya, Sob.

Soal-soal mudah seperti inilah yang akan membantu mengangkat skor kamu di akhir tes. Daripada kamu berhenti lama di soal yang sulit hingga kehabisan waktu untuk mengerjakan soal sampai akhir.

Setelah mengerjakan nomor terakhir pada subtes dan jika masih ada sisa waktu berjalan, kamu dapat kembali ke nomor soal yang masih ditandai ‘ragu-ragu’. Dengan mengecek kembali ini, kamu bisa meningkatkan peluang jawaban benar, Sob.

Setelah Tes

Skor TBS akan tersedia pada akhir tes, sedangkan skor SJT tidak dimunculkan. Kamu tidak perlu khawatir terhadap skor TBS yang telah muncul, apakah lolos ke tahap berikutnya atau tidak, Sob.

Tidak seperti sebelumnya, pihak LPDP kini mulai tahap I tahun 2023 menginformasikan skor minimal (passing grade) kelulusan seleksi bakat skolastik, yaitu 150 untuk program beasiswa umum, 120 untuk program beasiswa targeted group, dan 90 untuk program beasiswa afirmasi.

Passing grade kelulusan antara periode pendaftaran yang satu dapat berbeda dengan periode lainnya sehingga berdoa agar skor tercapai memenuhi passing grade merupakan langkah terbaik yang dapat dilakukan peserta tes sembari menunggu pengumuman hasil seleksi bakat skolastik.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *