Ubah Sampah Plastik Jadi Media Tanam, SMA IMBS Yogyakarta Goes to Zero Waste

SMA IMBS
Pegiat lingkungan, Umi Salamah memberikan materi dan pelatihan pemanfaatan sampah plastik menjadi media tanam, Jumat (9/9/2022).

Jogjakeren.com – Sampah menjadi persoalan krusial di Indonesia. Sejumlah upaya dilakukan pemerintah dan berbagai pihak guna mengurai masalah sampah. Salah satunya program from school for one earth yang digagas SMA Insan Mulia Boarding School (IMBS) Yogyakarta.

Sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, sekolah sekaligus pondok ini menggerakkan siswa didiknya dengan memulai hal yang paling kecil yaitu bertanggung jawab dalam menjalankan piket. Selain itu, pihak sekolah juga mendatangkan praktisi lingkungan yang telah sukses melakukan 3R (Reuse Reduce Recycle).

Read More

Ialah Umi Salamah. Umi memanfaatkan kain bekas menjadi pot indah di lahan rumahnya dan berhasil menggerakkan pelatihan daur ulang. Pada Jumat (9/9/2022), Umi Salamah sukses menggerakkan 31 siswa kelas X SMA IMBS untuk mengolah plastik kresek dan plastik bekas menjadi media tanam. “Sejauh ini belum ada penelitian terkait unsur kimiawi dari plastik tersebut, jadi hanya digunakan untuk media tanaman hias,” jelasnya.

SMA IMBS
Siswa kelas X SMA IMBS saat mendengarkan pemaparan dari Umi Salamah.

Apa yang dilakukan siswa SMA IMBS ini ternyata tidak hanya menjadi rencana media tanaman sekolah ke depan, namun sudah ada yang bersedia membeli media tanam dari plastik kresek tersebut. “Jadi selain ramah lingkungan, hal ini juga menjadi kemandirian bernilai ekonomis untuk para siswa, ketika waktu luang terbukti beberapa siswa semangat membuat bola-bola kresek untuk ditukar dengan cilok,” kata Umi.

Di samping itu, berbagai upaya dilakukan tim one earth SMA IMBS agar para siswa tergerak dan lebih peduli pada lingkungan. “Semoga kegiatan bertema from school for one earth ini bisa memberi dampak positif bagi lingkungan. Ke depan, besar harapan kami limbah-limbah sampah yang setiap kubik dihasilkan dari SMA IMBS ini akan menurun sehingga mengurangi beban global warming dan bencana yang disebabkan oleh sampah,” harap Umi.

Selanjutnya, kegiatan ini akan dilakukan secara rutin dua kali dalam satu minggu yaitu setiap hari Kamis dan Jumat. Amir salah satu siswa menyatakan antusias dengan kegiatan pengelolaan sampah tersebut, “Aku mau ngumpulin ah, supaya dapat cilok,” katanya sambil menyalakan lilin saat membuat bola-bola kresek.

Mengakhiri pelatihannya, Umi pun berpesan untuk menggerakkan pengumpulan sampah, “Anak-anak pelan-pelan diajak mengumpulkan sampah plastik ini saja dulu, berikutnya anak-anak akan paham pentingnya sampah yang lain,” pesan Umi Salamah optimis.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *