Usai Raja dan Ratu Belanda Kunjungi UGM, Pakar Botani Belanda Gelar Mini Workshop

Direktur Hortus Botanicus Leiden (HBL) Prof Paul J A Kessler memberikan Kuliah Tamu di Fakultas Kehutanan UGM

jogjakeren.com – Leiden University dan UGM melaksanakan kuliah tamu Dendrologi yang diisi oleh Direktur Hortus Botanicus Leiden (HBL) Prof Dr Paul J A Kessler.

Kuliah tamu Dendrologi dimoderatori oleh Atus Syahbudin SHut MAgr PhD, dosen Laboratorium Pemuliaan Pohon, Sub-Lab. Dendrologi.

Atus Syahbudin selaku moderator Kuliah Tamu bersama Direktur HBL

Sekitar 150 mahasiswa mata kuliah Dendrologi memenuhi Ruang Auditorium Fakultas Kehutanan UGM, Kamis (12/3/2020).

Read More

Mengawali kuliah tamu Dendrologi, Prof Paul menceritakan sejarah kebun raya tertua di dunia, Hortus Botanicus Leiden. Bagian tertua kebun raya yang dibuka pada tahun 1587 ini adalah Clusius Garden.

Taman Clusius dibangun oleh ahli botani terkenal Carolus Clusius (1526–1609) yang sekaligus menjadi direktur pertamanya.

Perkembangan Hortus Botanicus Leiden begitu pesat dengan koleksi tumbuhan dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Proses koleksi dan pembuatan herbarium diuraikan pula selama perkuliahan.

Ratusan mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM mengikuti Kuliah Tamu bersama Direktur HBL

Guru besar yang pernah tinggal lebih dari 15 tahun di Wanariset Samboja Kalimantan Timur ini sesekali bertanya kepada mahasiswa tentang alasan mengapa memilih kehutanan, serta harapan atau prediksi akan pekerjaan, masyarakat dan kondisi kehutanan setelah selesai kuliah nanti.

Kuliah tamu Dendrologi ini mampu menambah wawasan dan motivasi mahasiswa Dendrologi UGM, terbukti dari beberapa pendapat mahasiswa yang mengikuti perkuliahan.

“Hari ini saya mendapatkan motivasi lebih untuk memperdalam pengetahuan mengenai tanaman di seluruh dunia dan motivasi kuliah di luar negeri,” tulis Irva Nur F.

Sedangkan Japet Moryo D. Hutabarat berpendapat lain, “Kesempatan yang sangat rugi apabila disia-siakan. Yes, mendapat relasi baru, pengetahuan baru, kemampuan listening ter-upgrade, latihan spotanitas, mendapat apresiasi, dan masuk YouTube Pak Atus.”

Evenetus Sulistya, “Thanks for today. Memotivasi agar lebih giat belajar Bahasa asing”.

“Pertemuan yang mengesankan,” ungkap Fauziana Nur Baiti.

“Jarang dong mendapat pengalaman yang berharga,” ujar Hesa.

“Terima kasih untuk hari yang luar biasa ini, kesempatan yang langka, serta ilmu cara mengidentifikasi tanaman,” tulis @dhea_morasa dan dpurwnt.

Mini Workshop oleh Direktur HBL

Selain mengisi kuliah tamu di Fakultas Kehutanan UGM, Prof Paul bersama Kepala Tropical Plantbiogeography Naturalis Biodiversity Center (NBC) Prof Dr Peter C van Welzen mengisi Mini Workshop.

Dua pakar botani tersebut memberikan Mini Workshop Pembuatan Herbarium di Fakultas Biologi UGM.

Mini Workshop Pembuatan Herbarium “An Initial Step to Uncover Tropical Biodiversity” yang diikuti lebih dari 50 peserta dibuka oleh Dekan Fakultas Biologi UGM Prof Dr Budi Setiadi Daryono MAgrSc.

Pada sesi I Prof Paul menjelaskan penelitian di HBL, baik lampau maupun saat ini. Adapun Prof Peter mempresentasikan “Biogeography in Past, Present and Future”. Berawal dari pembentukan pulau-pulau di dunia sejak jutaan tahun lampau dan pengaruhnya terhadap persebaran tumbuhan hingga kini tergambar apik dalam animasi yang disampaikan.

Sesi terakhir, diberikan materi tentang arti dan fungsi herbarium (Meaning and Function of Herbarium) yang diuraikan oleh Prof Dr Purnomo MS dari Laboratorium Sistematika Tumbuhan, Fakultas Biologi UGM.

Dalam presentasinya, Prof Purnomo menekankan perbedaan dua jenis herbarium, yakni fertil dan steril. Herbarium fertil mempunyai organ yang lengkap, seperti: daun, bunga, buah, biji, akar, dan batang.

“Apabila organ bunga tidak disertakan dalam pembuatan herbarium, maka dikategorikan steril dan tidak disebut sebagai herbarium, melainkan spesimen,” papar Prof Purnomo.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment