Keren! UGM-ITB-UNS Kuliah Jarak Jauh Ramai-Ramai

Jogjakeren.com – Kuliah jarak jauh selama pandemi COVID-19 menjadi salah satu solusi metode pembelajaran yang diharapkan oleh Plt. Dirjen DIKTI Kemendikbud. Sinyal internet kuat dan dana pulsa cukup merupakan keniscayaan demi lancarnya kuliah jarak jauh. Saling bahu membahu dan mencoba cara-cara baru dalam kuliah jarak jauh diperlukan agar capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK) terpenuhi dengan tetap menjaga kesehatan semua civitas academica.

Baru-baru ini, sebagian mahasiswa Prodi Kehutanan Fakultas Kehutanan UGM, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB dan Prodi Kehutanan Fakultas Pertanian UNS secara bersama-sama mengikuti kuliah jarak jauh bertemakan “Hutan Pegunungan: Jenis Flora dan Manfaatnya”, 16 April 2020. Kuliah ini merupakan seri kedua dari Kuliah Tamu Dendrologi yang rutin diselenggarakan setiap tahun oleh Fakultas Kehutanan UGM.

Read More

Pada seri pertama, Direktur Hortus Botanicus Leiden, Prof. Paul J.A. Kessler berkesempatan hadir berbagi pengalaman sejarah berdirinya Kebun Raya Leiden Belanda, proses pembuatan koleksi dan spesimen herbarium, 12/03/2020. Pada kesempatan Kuliah Tamu Dendrologi kali ini dimoderatori oleh dosen Mata Kuliah Dendrologi Fakultas Kehutanan UGM, Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., dengan didampingi Dr. Ir. Dwi Tyaningsih Adriyanti, S.Hut., MP., Dr. Winastuti Dwi Atmanto, MP., dan Fiqri Ardiansyah, S.Hut., M.Sc.

Jenis Flora Pohon Pegunungan

Fakultas Kehutanan UGM mengundang Dr. Ichsan Suwandi, S.Hut., M.P. dosen sekaligus pekerja seni ilustrasi botani dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB. Dengan mengandalkan tampilan slide kaya akan gambar visual, Ichsan menjelaskan karakter morfologi yang khas dan manfaat berbagai jenis pohon hutan pegunungan. Jenis pohon hutan pegunungan tersebut banyak dijumpai di Pulau Jawa, seperti: saninten (Castanopsis argentea), ki hiur (C. javanica), pasang (Lithocarpus sundaicus), manglid (Magnolia sumatrana var glauca), jamuju (Podocarpus imbricatus), huru (Litsea javanica), ki lemo (L. cubeba), medang (Persea rimosa), dan cantigi (Vaccinium varingifolium).

Menjelang berakhirnya perkuliahan Atus mengenalkan pohon puspa (Schima wallichii), tusam (Pinus merkusii), damar (Agathis dammara), rasamala (Altingia excelsa), perca (Palaquium gutta), serta jenis economic botany lainnya dari hutan Gunung Lawu. Dosen yang mempelopori Desa Wisata Hijau Girikerto (DeWiGiri) ini mengajak para peserta untuk senantiasa melestarikan flora hutan pegunungan baik bernilai ekonomi maupun tidak. Berkat semua flora pegunungan tersebut, hutan pegunungan mampu menyimpan air, menahan longsor, dan menyajikan lanskap pegunungan yang memesona dalam balutan udara sejuk.

Semakin Aktif Bertanya, Dapat Teman Baru

Mahasiswa mencermati paparan slide melalui layar laptop atau HP dari rumahnya masing-masing. Jumlahnya hampir mencapai 200 peserta dari seluruh Indonesia, baik mahasiswa, dosen, pejabat Pemda, maupun pegawai taman nasional. Terasa seru sekali karena peserta sangat banyak melebihi 40 mahasiswa sebagai jumlah yang ideal bagi kelas tatap muka (offline). Mahasiswa berasal dari kampus yang berbeda pula dan sangat aktif bertanya. Berkat suasana baru perkuliahan, mahasiswa nampak lebih bersemangat. Peserta mengakui bahwa Kuliah Tamu Dendrologi memberikan banyak ilmu pengetahuan baru dan gamblang untuk dipahami.

“Sangat keren dan materi yang dipaparkan mudah dipahami,” kata Abdul Rahman Sidiq, alumni Sekolah Vokasi UGM. Mahasiswa Pecinta Alam Gadjah Mada (Mapagama) ini sangat aktif  mendaki sembari meneliti di hutan-hutan pegunungan. Sebagian peserta mahasiswa Kehutanan UGM angkatan 2019 pun sepakat, seperti Japet Moryo D Hutabarat (Yogyakarta), Fani Damayanti (Magelang), Ichsan Nur kholilah (Grobogan) mengaku sangat gembira, karena selama pemaparan banyak ditampilkan gambar-gambar pohon secara visual dan bertemu teman-teman baru ITB dan UNS.

“Saya pribadi sangat gembira, karena berjumpa relasi baru lagi. Kalau saya sih senang dan mendapatkan beberapa informasi baru,” ungkap Japet. Sementara Ichsan Nur kholilah lebih menikmati animasi floranya yang sangat menarik.

Keseruan serupa juga ditemui oleh Sargian Januardy, SH., MM. yang turut mengikuti Kuliah Tamu Dendrologi jarak jauh dari ruang kerjanya di BAPPELITBANG Kabupaten Ngawi Jawa Timur.

“Kuliah tamu online ini bagus, menarik, dan dapat ilmu baru. Kalau ada lagi saya mau ikut lagi,” jelas Kepala Bidang LITBANG yang turut membantu mengembangkan Hutan Pendidikan UGM di Getas Ngawi.

Merebaknya pandemi COVID-19 telah memberikan berkah menjamurnya perkuliahan jarak jauh. Mahasiswa dan masyarakat mulai terbiasa memanfaatkan aplikasi perkuliahan jarak jauh. Tentu langkah ini sesuai dengan himbauan pemerintah. Kini waktunya terus berinovasi agar di era perkuliahan tanpa tatap muka ini masih mampu mencapai Capaian Pembelajaran Mata Kuliah sambil merasakan serunya ramai-ramai kuliah jarak jauh.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment