World Clean Up Day 2021, Benarkah Kita Penghasil Limbah?

limbah
Limbah masker yang dihasilkan oleh masyarakat saat pandemi Covid-19 (Foto: salon.com).

Jogjakeren.com – Pandemi Covid-19 masih berlangsung hingga semester kedua tahun 2021 ini. Selain meningkatkan beban pelayanan kesehatan, pandemi juga memberi masalah baru bagi lingkungan, loh. Peningkatan penggunaan hand sanitizer, kertas tisu, sarung tangan, dan masker medis nyatanya menjadi sumber limbah baru di tengah masyarakat.

Limbah masker yang dihasilkan oleh masyarakat tidak dikategorikan sebagai limbah medis, karena tidak digunakan dalam pelayanan kesehatan. Oleh karenanya, penanganan limbah domestik ini mengacu pada UU No. 18 tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah.

Namun, praktik penanganan sampah di tengah pandemi Covid-19 oleh masyarakat masih menerapkan metode konvensional yaitu kumpul-angkut-buang dengan kondisi sampah masih tercampur. Tak ayal, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyebaran Covid-19 di masyarakat.

Read More

Perlukah melakukan refleksi diri?

Di tempat publik, masih banyak orang yang membuang sampah tidak sesuai jenisnya, meskipun telah disediakan tempat sampah khusus. Bahkan, masih banyak orang yang membuang sampahnya ke selokan atau sungai. Nampaknya, kebiasan ini masih sering kita jumpai ya, Sob!

Dilansir dari Nature Biotechnology, para peneliti di dunia telah melakukan pemeriksaan dan monitoring air limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dapat ditemukan di berbagai air limbah dan aliran sungai. Melihat kondisi ini, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan Surat Edaran KLHK SE.2/MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 tentang Instruksi Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19).

Untuk mengurangi beban limbah di lingkungan, World Health Organization (WHO) merekomendasikan masyarakat umum untuk menggunakan masker kain. Namun, masker medis ternyata masih menjadi primadona di masyarakat karena dianggap lebih praktis dan efektif menangkal virus.

Lalu, langkah apa yang perlu kita lakukan?

Agar tidak meningkatkan risiko penyebaran virus penyebab Covid-19, yuk ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Kumpulkan masker bekas yang sudah tidak terpakai;
  2. Desinfeksi masker bekas untuk membunuh bakteri atau virus yang masih menempel;
  3. Rusak masker bekas dengan cara menggunting tali dan bentuk masker untuk menghindari masker digunakan kembali;
  4. Bungkus masker bekas dalam kantong yang rapat;
  5. Buang kantong di tempat sampah domestik;
  6. Praktik hand hygiene, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Selain itu, yuk kita gunakan masker kain yang dapat digunakan dan dicuci berkali-kali. Jangan sampai jumlah limbah di lingkungan jadi semakin banyak ya, Sob!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *