Jogjakeren.com – Meletakkan tanaman di dalam rumah menjadi hobi bagi sebagian orang. Berbagai jenis tanaman seringkali diletakkan dalam ruangan sebagai hiasan atau untuk menyerap polutan.
Namun apakah boleh tanaman di dalam rumah? Dilansir dari Healthline dan Piedmont Healthcare, meletakkan tanaman dalam rumah bukanlah hal yang buruk.
Bagi sebagian besar orang, tanaman yang diletakkan dalam rumah bahkan dapat memberikan berbagai manfaat.
Berbagai Manfaat Meletakkan Tanaman di Dalam Rumah

Meningkatkan Kualitas Udara dalam Rumah
Tanaman yang ada di dalam rumah, mampu berperan dalam meningkatkan kualitas udara dalam rumah. Hal ini berkaitan dengan kemampuan tanaman sebagai agen fitoremediator.
Sejumlah tanaman mampu menyerap dan/atau mengikat polutan. Dengan demikian, udara di dalam ruangan dapat lebih bersih dan segar.Paling Banyak Digunakan
Menghasilkan Oksigen dan Menyerap Karbondioksida
Selain sebagai agen fitoremediator, tanaman juga mampu menyediakan oksigen melalui proses fotosintesisnya. Selain itu, karbondioksida yang ada di dalam ruangan dapat dikurangi melalui proses yang sama.
Proses fotosintesis dapat terhenti pada saat tidak ada cahaya. Namun sejumlah tanaman seperti anggrek masih tetap dapat melepaskan oksigen, sehingga baik untuk ditempatkan di kamar tidur.
Membantu Penyembuhan dengan Mengurangi Level Stress
Tanaman dapat berperan dalam menurunkan level stress seseorang. Adanya tanaman menjadikan suasana yang lebih nyaman, segar, dan alami.
Beberapa studi menunjukkan bahwa tanaman dalam ruangan membantu meningkatkan respons fisiologis. Hal ini dibuktikan dengan penurunan kecemasan, rasa nyeri, detak jantung, serta tekanan darah.
Meningkatkan Fokus dan Produktivitas
Sejumlah studi menunjukkan bahwa bekerja ditemani tanaman di dalam ruangan mampu membantu meningkatkan konsentrasi. Tidak hanya itu, suasana yang segar, alami, dan nyaman dari adanya tanaman juga memicu pemikiran yang lebih kreatif.
Risiko yang Dapat Terjadi dari Meletakkan Tanaman dalam Rumah
Meletakkan tanaman dalam rumah, memiliki risiko bagi penderita alergi polen dan alergi jamur. Tanaman berbunga menghasilkan polen dalam jumlah yang berbeda. Sementara tanah yang lembap, tentu memungkinkan jamur untuk berkembangbiak dengan baik.
Meskipun demikian, risiko ini juga dapat diminimalisir dengan memilih tanaman hias jenis hijauan yang minim menghasilkan bunga. Selain itu, kelembapan juga dapat diatur dengan mengelola pengairan dan media tanam.
Di samping itu, pemilihan jenis tanaman juga harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Sebab, terdapat tanaman yang memiliki toksik, serta sejumlah tanaman menghasilkan duri yang bisa berbahaya bagi anak-anak.




