Jogjakeren.com – Dirasakan atau tidak, pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama 2 tahun lebih dan menyebar ke hampir semua wilayah di dunia. Di Indonesia sendiri, kasus positif Covid-19 mengalami dinamika yang cenderung sering meningkat jumlahnya. Meski sempat turun, saat ini jumlahnya mulai meningkat kembali dengan persebaran yang beragam.
Sayangnya, hal ini tidak diimbangi dengan jumlah penduduk yang sudah melakukan vaksin. Menurut data terbaru dari vaksin.kemkes.go.id, penduduk yang sudah mendapat vaksin lengkap baru 69% dari jumlah penduduk Indonesia saat artikel ini ditulis. Sedangkan untuk penduduk yang sudah mendapatkan vaksin booster baru 4,7%.
Ada beberapa faktor yang membuat fenomena kenaikan kasus Covid-19 akhir-akhir ini meningkat. Selain vaksinasi yang masih bertahap, pemahaman masyarakat terhadap kondisi pandemi saat ini juga semakin menurun. Tingginya rasa jenuh terhadap situasi saat ini membuat masyarakat mengalami penurunan kesadaran mematuhi protokol kesehatan.
Situasi ini ikut dipengaruhi dengan penerapan aturan PPKM yang beberapa kali berubah. PPKM level 2, 3, hingga 4 diterapkan berbeda di berbagai daerah. Tentu saja hal ini sangat dipengaruhi oleh kenaikan kasus positif Covid-19 di daerah tersebut. Namun bagi sebagian besar masyarakat yang masih awam dengan info terbaru pandemi, hal ini membuat mereka cenderung bingung. Kebingungan inilah yang menurunkan motivasi mematuhi protokol kesehatan dan vice versa.
Semua fenomena ini menjadi semakin buruk dengan adanya musim pancaroba yang sudah beberapa minggu terakhir terjadi. Di Yogyakarta sendiri, kondisi ini terjadi ditandai dengan perubahan cuaca yang mendadak. Saat pagi cerah dan terik, sore bisa tiba-tiba mendung datang lalu disusul hujan semalaman. Berganti hari, pagi mendung dengan suhu sekitar cenderung rendah, malamnya suhu semakin turun. Hal ini menjadi pemicu berbagai penyakit menyerang, seperti batuk, pilek, dan demam.
Dengan adanya kondisi di atas, akan sangat bijak jika kita lebih ketat dalam menjaga kesehatan. Ketika pencegahan penyakit kurang berhasil, maka sangat disarankan untuk langsung sadar diri melakukan isolasi mandiri. Beberapa hal yang bisa dilakukan di rumah untuk mendukung penyembuhan selain mengonsumsi obat adalah sebagai berikut:
1. Memperbanyak minum air putih dan/atau campuran madu, jahe, serta bahan-bahan herbal aman lainnya.
2. Menjaga pola makan sehat, teratur, dan gizi seimbang.
3. Menjaga pola istirahat cukup dan teratur, terutama bagi kita yang harus tetap bekerja di rumah (WFH).
4. Menjaga jarak dengan anggota keluarga lain yang sehat. Jika bisa, gunakan kamar dan kamar mandi terpisah untuk mengurangi penularan.
5. Maksimalkan fasilitas telemedicine atau sosial media kesehatan yang terpercaya. Apabila terjadi demam atau gejala penyakit yang berlanjut, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Apapun faktor dan jenis penyakit yang diberikan, Allah pasti memberikan penyembuhan melalui berbagai cara. Bahkan melalui cara yang tidak kita duga sekalipun. Namun, bukan berarti kita harus meremehkan penyakit tersebut. Situasi dan kondisi apapun yang sedang terjadi, menjaga protokol kesehatan harus tetap diterapkan. Mari mulai disiplin dari diri sendiri dengan harapan mendukung lingkungan kita menjadi lebih sadar akan pandemi dan kesehatan.




