Terdengar Sepele, Diare Bisa Saja Tergolong Penyakit Berbahaya

Diare

Jogjakeren.com – Telinga kita sudah tidak asing dengan penyakit satu ini. Diare seperti hal umum yang sering terjadi di berbagai kalangan usia, entah dewasa bahkan bayi juga. Ada beberapa faktor penyebab diare dapat terjadi. Namun, dibalik ‘biasa’ nya diare, ternyata dapat menjadi salah satu penyakit berbahaya. Kira- kira apa ya?

Pengertian Diare

Diare merupakan sebuah kondisi ketika pengidapnya BAB (buang air besar) lebih sering daripada jadwal biasanya. Seseorang yang dapat dikategorikan diare bila BAB sebanyak tiga kali atau lebih dalam sehari. Selain itu, kotoran yang dikeluarkan juga lebih encer bahkan bisa juga cair.

Jenis diare sendiri ada dua yang sering terjadi, yaitu akut dan kronis. Diare akut merupakan diare yang berlangsung dalam waktu yang singkat. Diare jenis ini adalah masalah kesehatan yang umum terjadi. Diare akut biasanya berlangsung sekitar satu sampai dua hari, tetapi bisa juga lebih lama lagi. Kemudian diare akut biasanya menghilang dengan sendirinya.

Bacaan Lainnya

Diare yang berlangsung lebih dari satu minggu merupakan sebuah tanda dari masalah yang lebih serius. Diare kronis yang berlangsung selama minimal 4 minggu bisa menjadi gejala penyakit kronis. Gejala awal pada diare kronis adalah berlangsung terus-menerus atau datang lalu pergi.

Baca Juga : Kenali Faktor Risiko Alergi dan Pencegahannya

Faktor Risiko Diare Akut dan Diare Kronis

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi meningkatkan risiko seseorang terkena diare akut diare kronis, di antaranya:

– Jarang cuci tangan setelah dari toilet

– Penyimpanan dan tempat/ wadah makanan yang tidak bersih

– Jarang membersihkan area dapur dan toilet

– Sumber air yang kurang bersih

– Memakan makanan sisa yang sudah dingin

– Tidak mencuci tangan dengan sabun khusus cuci tangan

Poin di atas merupakan beberapa faktor umum yang dapat menjadi faktor penyebabnya diare akut maupun diare kronis.

Penyebab Terjadinya Diare

Ada beberapa kondisi yang dapat membuat seseorang mengalami diare. Pada umumnya, diare disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:

– Bakteri pada makanan atau air yang dikonsumsi terkontaminasi

– Virus seperti flu, rotavirus, dan norovirus. Norovirus menjadi salah satu penyebab paling umum dari diare akut pada anak-anak

– Parasit, organisme kecil yang sering ditemukan dalam makanan atau air konsumsi yang terkontaminasi

– Intoleransi atau sensitivitas terhadap makanan seperti fruktosa dan laktosa

– Alergi pada suatu makanan

– Efek samping dari obat-obat tertentu seperti antibiotik, obat kanker, dan antasida yang mengandung magnesium

– Penyakit yang memengaruhi lambung, usus kecil maupun usus besar, seperti penyakit crohn

– Masalah fungsi pada organ pencernaan seperti usus besar, sindrom iritasi usus besar

– Penyakit celiac atau sebuah penyakit yang menyebabkan tubuh menolak protein gluten

Beberapa kasus seseorang dapat mengalami diare setelah dia melakukan operasi pada perut. Karena, terkadang operasi dapat menyebabkan makanan bergerak melalui sistem pencernaan lebih cepat daripada sebelumnya.

Baca Juga : Tips Agar Kamar Kos Kalian Nggak Banyak Nyamuk

Gejala Diare

Beberapa gejala diare yang biasanya menjadi sebuah tanda datangnya penyakit ini, antara lain:

– Feses bertekstur lembek atau bahkan cair

– Nyeri pada perut

– Kram pada perut

– Mual-mual bahkan muntah

– Nyeri pada kepala

– Hilangnya nafsu makan

– Darah pada feses yang keluar

Dehidrasi juga dapat menjadi salah satu gejala paling umum yang menyertai diare. Pada anak kecil, diare dapat ditandai dengan seringnya buang air kecil, menangis tanpa mengeluarkan air mata, dan mulut terlihat kering.

Pada kondisi dehidrasi berat, anak kecil dapat terlihat cenderung mengantuk, tidak responsif, mata cekung, dan kulit perut yang dicubit tidak kembali dengan waktu cepat. Sedangkan tanda seseorang dewasa terkena dehidrasi antaranya kelelahan, tidak bertenaga, hilangnya nafsu makan, pusing, mulut kering, dan juga nyeri kepala.

Diagnosis Diare

Dokter akan mendiagnosa diare dengan melakukan wawancara singkat, pemeriksaan fisik, dan juga pemeriksaan penunjang, seperti:

– Pemeriksaan sampel feses di laboratorium untuk mengidentifikasi infeksi yang menyerang pada pengidapnya

– Pemeriksaan tes darah agar mengetahui penyebab diare

– Pemeriksaan tambahan seperti sigmoidoskopi dan kolonoskopi jika terdapat dugaan penyakit yang lebih serius

Komplikasi Yang Diakibatkan Penyakit Diare

Beberapa komplikasi yang dapat diakibatkan oleh diare di antaranya:

         1. Dehidrasi ringan sampai dengan berat

         2. Kulit di sekitar area anus mengalami iritasi karena pH tinja yang asam

         3. Sepsis, atau infeksi berat yang bisa menyebar ke organ lainnya

         4. Ketidakseimbangan elektrolit, sebab elektrolit ikut terbuang bersama air yang keluar saat diare. Dapat ditandai dengan tubuh lemas, lumpuh hingga kejang- kejang.

         5. Malnutrisi terutama pada anak kecil usia kurang dari 5 tahun. Dapat mengakibatkan menurunnya sistem kekebalan tubuh.

Pengobatan Diare

Ada beberapa opsi yang bisa dilakukan jika terkena diare, di antaranya:

        1. Konsumsi banyak cairan untuk menggantikan hilangnya cairan, baik melalui oral maupun intravena

        2. Pemberian obat yang dapat melawan infeksi bakteri pada tubuh

        3. Selain cara pada poin sebelumnya, ada beberapa pengobatan lainnya. Pengobatan untuk penyakit ini biasanya disesuaikan dengan penyebab terjadinya.

Pencegahan Diare

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya diare, di antaranya:

       1. Rajin mencuci tangan, terutama setelah makan, dari kamar mandi, setelah menyentuh daging yang belum dimasak, bersin, batuk dan sebagainya

       2. Mengonsumsi makanan dan minuman yang sudah diolah hingga matang sempurna. Sehingga terjamin kebersihannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *