Jogjakeren.com – Ketika berbicara mengenai sastra Jawa, tentu akan banyak sekali macam bentuknya. Sastra Jawa memiliki berbagai macam bentuk, mulai dari lagu atau tembang, puisi, prosa, pantun dan lain sebagainya.
Selain itu, dalam sastra Jawa ada istilah yang dikenal sebagai teka-teki atau pertanyaan tradisional. Pertanyaan teka-teki ini sering disebut masyarakat Jawa sebagai cangkriman.
Istilah Cangkriman sangat popular dipermainkan di kalangan masyarakat Jawa. Cangkriman bisa dipahami sebagai permainan seperti tebak-tebakan atau teka-teki, dimana seseorang harus memecahkan teka-teki tersebut untuk mencari tahu artinya dan menebaknya. Umumnya cangkriman ini digunakan sebagai hiburan, lelucon, juga dipakai di sayembara lakon wayang.
Cangkriman memiliki lima wujud diantaranya cangkriman cekakan, cangkriman irib-iriban, cangkriman blenderan, cangkriman wantah, dan cangkriman tembang.
Berikut adalah pengertian setiap wujud dan contohnya.
-
Cangkriman Cekakan
Cangkriman cekakan adalah wujud cangkriman yang berupa singkatan atau akronim, juga kalimat yang dipotong. Dalam cangkriman cekakan terdapat penyingkatan kata dengan menghilangkan suku kata depannya, sehingga yang dipakai adalah suku kata di akhir.
Contoh cangkriman cekakan:
- Nasgithel: Panas legi kenthel
- Tongyong rengreng: Gotong royong bareng-bareng
- Kabaketan : nangka tiba nang suketan
-
Cangkriman Irib-iriban
Cangkriman irib-iriban adalah wujud cangkriman yang berupa perumpamaan dua objek menurut sifat aslinya atau disebut juga sebagai analogi.
Contoh cangkriman irib-iriban:
- Pitik walik saba kebon = nanas
- Sega sakepel dirubung tinggi = salak
- Ora mudhun-mudhun yen ora nggawa mrica sakanthong = kates/papaya
-
Cangkriman Blenderan
Cangkriman blenderan adalah wujud cangkriman yang berupa plesetan. Dalam cangkriman blenderan bentuknya berupa kalimat yang jelas, namun bukan berarti yang sebenarnya.
Contohnya:
- Tengah pasar ana apane? = ana S
- Wong adol tempe ditalini = sing ditaleni tempe, dudu wong sing dodol
4. Cangkriman Wantah
Cangkriman wantah adalah wujud cangkriman yang kalimatnya lumrah.
Contohnya:
- Yen cilik dadi kanca, yen gedhe dadi mungsuh = geni
- Dikethok saya dhuwur, disambung saya cendhek = kathok
5. Cangkriman Tembang
Cangkriman tembang adalah wujud cangkriman yang ada pada syair tembang macapat.
Contoh:
Bapak pocung dudu watu dudu gunung
Sangkamu ing sabrang
Ngon-ingone sang Bupati
Yen lumampah si pocung lambehan grana
Jawaban= gajah
Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa cangkriman merupakan permainan masyarakat Jawa yang bersisi teka-teki dan sifatnya menghibur serta mendidik.
Dengan penjelasan di atas, diharapkan kalian dapat mengetahui secara luas apa itu cangkriman, agar tidak kesulitan lagu ketika belajar mengenai bahasa Jawa.





