Jogjakeren – Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPPM) Baitussalam Daengan yang beralamat di Jalan Sugeng Jeroni Nomor 13 Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Yogyakarta ini terus berbenah.
Terbaru, PPPM Baitussalam menambah tanaman gantung dan tanaman tempel di setiap sudut bangunan sehingga terlihat lebih asri. Tidak hanya tanaman gantung, sarana prasarana seperti tempat cuci tangan pun dilengkapi. Hal ini dalam rangka melaksanakan salah satu program 3M yaitu mencuci tangan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Selain itu, agar terlihat lebih cantik, ditambahkan pula lampu taman sehingga terlihat indah pada malam hari. Peningkatan sarana dan prasarana tersebut dimulai sejak Kamis 5 November 2020.
“Halaman depan pondok menjadi salah satu dari beberapa tempat yang dilakukan peningkatan, karena itu adalah tempat yang pertama kali dilihat jika memasuki pondok. Insya Allah rencananya rumah santri putri juga akan dilakukan peningkatan,” ujar Afida Puspita, ketua santri putri PPPM Baitussalam.
Ide peningkatan sarana ini bermula ketika pengurus PPPM Baitussalam berkunjung ke pondok pesantren lain dan melihat sarana prasarana yang sudah sangat baik, bahkan seperti kafe.
Sebab itulah pengurus pondok pesantren memutuskan bahwa PPPM Baitussalam juga akan ditingkatkan sarana prasarananya supaya lebih indah. Uniknya, dekorasi taman-taman ini dibuat oleh sepasang suami istri yang juga mendekorasi pondok pesantren kunjungan pengurus PPPM Baitussalam tersebut.
Peningkatan sarana pondok pesantren ini bertujuan agar nantinya santri-santri bisa semakin betah di dalam pondok. Mengingat sejak pandemi muncul larangan bagi santri untuk keluar lingkungan pondok dan adanya pembatasan kunjungan santri.
Dengan adanya peningkatan sarana prasarana pondok ini terbukti bahwa santri merasa senang. ”Seneng banget karena pondok ini kan lokasinya di tengah kota, tapi dibuat taman-taman hijau. Jadi, kita bisa cuci mata,” jawab Sitta, salah satu santri PPPM Baitussalam ketika ditanya bagaimana perasaannya melihat pemandangan baru di pondok.
Untuk saat ini, peramutan sarana prasarana baru belum dimasukkan ke dalam list piket santri mengingat beberapa prasarana masih dalam proses renovasi. Namun jika proses renovasi sudah selesai, rencananya akan dibuat jadwal piket peramutan taman-taman baru secara bergilir.
Afida berharap dengan adanya peningkatan sarana prasarana pondok pesantren ini semoga santri bisa semakin semangat dan betah. “Harapan ke depannya pondok juga akan semakin dikenal masyarakat umum sehingga lebih banyak lagi yang ingin mondok,” harapnya.





