Jogjakeren.com – Hari Kanker Sedunia diperingati oleh masyarakat di seluruh dunia yang jatuh setiap tanggal 4 Februari. Tahun ini jatuh pada Jumat, 4 Februari 2022 dan diperingati setiap tahun untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pada bahaya dan risiko penyakit kanker.
Selain itu, hari bersejarah ini secara global diperingati untuk mendorong upaya pencegahan, deteksi dini, perawatan, serta pengobatan yang dilakukan terhadap semua jenis kanker yang sudah dikenali.
Peringatan tahun ini, tema yang diusung adalah “Close the Care Gap“, yang artinya upaya untuk menutup semua kesenjangan perawatan yang mungkin masih terjadi.
Peringatan ini perlu dijadikan sebagai refleksi dalam kepedulian terhadap kanker. Meskipun pengobatannya dikenal sulit, namun kanker masih bisa dicegah dengan berbagai perubahan gaya hidup, termasuk pola makan. Dalam upaya pencegahan kanker, berikut beberapa pola makan sehat yang perlu Anda konsumsi, antara lain:
1. Sayuran
Sayuran hijau terutama brokoli dianggap sebagai makanan pelawan kanker. Para ahli gizi merekomendasikan untuk mengukusnya daripada merebus atau menggorengnya sebelum dikonsumsi karena mengandung komponen sayuran yang lebih sehat.
2. Bawang dan Kacang-kacangan
Bawang dan kacang-kacangan memiliki nutrisi tertentu yang membantu tubuh memproduksi sel atau gen pelawan kanker. Nutrisi dalam makanan ini juga dapat membantu membunuh sel kanker mati secara alami dan mencegahnya menyebar.
3. Ikan
Ikan berlemak seperti salmon dikemas dengan asam lemak omega-3 inflamasi yang kemungkinan bertanggung jawab dalam melawan sel kanker.
4. Teh hijau
Banyak penelitian telah menemukan bahwa peminum teh memiliki penurunan risiko kanker ovarium, payudara, prostat, dan paru-paru. ECGC yang merupakan bahan kimia dalam teh hijau bisa menjadi salah satu senyawa anti kanker terkuat karena jumlah antioksidannya yang tinggi.
5.Hindari minuman manis
Minuman manis bisa menjadi penyebab terbesar kanker endometrium. Dirangkum dari berbagai sumber, wanita yang terbiasa minum minuman manis memiliki peluang 87 persen lebih banyak untuk menderita kanker karena peningkatan berat badan akibat minuman manis.




