Kiat-kiat Mitigasi Bencana Gempa Bumi

  • Whatsapp
Mitigasi bencana
Ilustrasi bencana gempa bumi (Foto: merdeka.com)

Jogjakeren – Seperti yang telah kita ketahui, Indonesia berada di tiga lempeng paling aktif di dunia, yaitu lempeng Indo – Australia, Lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia. Sehingga Indonesia berisiko tinggi terhadap bencana gempa bumi.

Sumber : balai3.denpasar.bmkg.go.id

Dengan adanya ancaman risiko bencana gempa bumi itu diperlukan mitigasi – mitigasi yang perlu di pahami oleh masyarakat. Ketika bencana itu terjadi terutama masyarakat yang tinggal di wilayah dengan risiko gempa bumi sedang – tinggi.

Pada artikel ini akan di bahas kiat – kiat praktis mitigasi bencana gempa bumi yang bisa dilakukan oleh masyarakat sebagai langkah antisipasi jika bencana gempa bumi terjadi. Kiat – kiat ini akan dibagi menjadi 3 bagian yaitu sebelum terjadi gempa bumi, saat terjadi gempa bumi, dan setelah terjadi gempa bumi.

Tindakan Sebelum Terjadi Gempa Bumi

A. Persiapan di dalam Rumah

1.  Kenali tempat yang aman di dalam rumah jika terjadi gempa (di kolong meja yang kuat, pilar bangunan  atau furniture yang kuat lainnya).

2. Penataan kondisi rumah :

a. Penataan barang pecah belah dan yang berat harus diletakkan di tempat penyimpanan bagian bawah;

b. Perkuat lemari dan perabot yang berisiko roboh dikaitkan ke dinding menggunakan pengait;

c. Periksa dan perbaiki jika terdapat atap atau dinding yang rusak/retak;

d. Periksa perabot lain (lampu gantung, kipas angin, pigura,dll ) yang berkemungkinan menjatuhi saat terjadi gempa bumi;

e. Pastikan gas dan instalasi listrik aman;

f. Tentukan peran dan tugas setiap anggota keluarga (misalnya saat gempa bumi apa peran ayah, ibu, anak, dan asisten rumah tangga);

g. Siapkan tas siaga bencana (untuk kelangsungan hidup darurat 3 x 24 jam pertama) termasuk dokumen dan nomor telepon penting yang diletakan di tempat yang aman, mudah dijangkau, terlihat dan dekat akses keluar rumah;

h. Pastikan jalur evakuasi keluar rumah dalam keadaan kosong, tidak ada yang menghambat (meja, kursi, lemari, dll);

i. Pastikan anggota keluarga mengetahui dan memahami cara berlindung saat terjadi gempa bumi dengan melindungi kepala, masuk ke kolong meja/tempat tidur yang kuat, dan berpegangan pada kaki meja atau  tempat yang aman;

j. Pastikan anggota keluarga memahami dan melaksanakan rencana kesiapsiagaan keluarga ketika terjadi bencana gempa bumi (melindungi diri, menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi yang disepakati);

k. Memperhatikan anggota keluarga yang sakit dan berkebutuhan khusus;

l. Membuat peringatan dini sederhana yang dapat menimbulkan bunyi ketika gempa bumi sedang terjadi, seperti kelereng yang dimasukkan dalam kaleng bekas yang diletakkan di atas lemari;

m. Dapatkan informasi gempa bumi dari BMKG melalui TV Nasional/radio/aplikasi BMKG/pengumuman di sekitar anda.

B. Persiapan di Lingkungan

1. Menyelaraskan rencana kedaruratan keluarga kita dengan tetangga, lingkungan RT, RW dan kelurahan (sistem peringatan dini , jalur evakuasi, titik kumpul, serta bantuan kedaruratan);

2. Sepakati sarana dan bunyinya sebagai tanda terjadi gempa bumi di lingkungan tempat tinggal kita, contoh kentongan;

3. Sepakati jalur evakuasi dan lengkapi dengan rambu – rambu evakuasi;

4. Sepakati titik kumpul yang aman, yang berada di tempat terbuka dan jauh dari bangunan tinggi, tiang listrik, tiang telepon papan reklame, serta relatif mudah diakses untuk keperluan pertolongan kedaruratan.

Tindakan Saat Terjadi Gempa Bumi

A. Ketika di dalam Rumah

1.Jangan panik;

2. Jangan berlari ke luar ruangan;

3. Merunduk (drop);

4. Lindungi kepala (cover);

5. Berpegangan tangan (hold on);

6. Jauhi kaca jendela, barang pecah belah dan benda – benda yang berisiko menimpa kita;

7. Jika berada di tempat tidur, lindungi kepala dengan bantal bila memungkinkan segera bergerak melaju ke  kolong dan berpegangan pada salah satu kaki tempat tidur tersebut;

8. Jika sedang memasak segera matikan kompor;

9. Matikan semua peralatan yang menggunakan listrik untuk mencegah terjadinya kebakaran;

10. Bila tidak ada perlindungan sama sekali, cari sisi terdekat yang aman dengan merapat ke tiang utama bangunan atau merapat ke siku bangunan;

11. Jika terjadi gempa susulan lakukan tindakan drop, cover, hold on;

12. Tetap berada di dalam rumah sampai guncangan berhenti dan keadaan aman.

B. Jika Terjadi di luar Rumah

1.Jangan panik;

2. Lindungi kepala dan merunduk;

3. Hindari bangunan berpotensi roboh yang ada di sekitar kita;

4. Hindari tiang listrik, papan reklame, pohon, dll yang dapat roboh akibat gempa;

5. Perhatikan tempat kita berpijak, hindari bila terjadi rekahan tanah;

6. Jika kita sedang di daerah pegunungan, hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran;

7. Jika sedang berkendara maka segera berhenti dan menepi. Jika anda mengendarai mobil maka tariklah rem tangan serta tetaplah di tempat sampai gempa reda. Hindari jembatan, jalan layang, tiang listrik/telepon/papan reklame yang kemungkinan akan menimpa kendaraan.

Tindakan Setelah Terjadi Gempa Bumi

A. Saat di dalam Ruangan

1.Tetap berusaha tenang dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan, kepanikan dapat menyebabkan kecelakaan;

2. Setelah guncangan gempa bumi reda, tetap lindungi kepala, dan keluarlah dengan tertib mengikuti jalur evakuasi menuju titik kumpul yang telah disepakati;

3. Tetap waspada terhadap gempa susulan;

4. Jauhi bangunan yang sudah rusak, karena sewaktu – waktu dapat runtuh akibat gempa susulan;

5. Jauhi lokasi yang berbau cairan berbahaya seperti : gas, cairan kimia,bensin, dll;

6. Jika di titik kumpul terjadi gempa susulan, merunduklah, lindungi kepala;

7. Lakukan bantuan tindakan pertolongan pertama jika di temukan anggota keluarga yang terluka ringan;

8. Telepon/minta pertolongan apabila terjadi luka parah pada kita atau sekitar kita;

9. Simak informasi mengenai gempa bumi susulan dari BMKG melalui TV Nasional/radio/aplikasi info BMKG/pengumuman di sekitar anda.

B. Saat berada di Gedung Bertingkat

1.Perhatikan rambu – rambu keselamatan Gedung (jalur evakuasi, titik kumpul, letak tangga darurat ) saat memasuki gedung;

2. Jangan menggunakan lift atau tangga berjalan untuk melakukan evakuasi, keluarlah menggunakan tangga darurat, ikuti jalur evakuasi menuju titik kumpul;

3. Jika terjebak di dalam lift, jangan panik serta hubungi manajemen gedung menggunakan telepon yang ada di dalam lift (jika tersedia dan aktif ) kemudian tunggu bantuan datang.

 

 

Sumber : Dr. Fitria Suprapti ( Jakarta Rescue )

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *