Pendidikan Hari ini, Akankah Teknologi Menggantikan Peran Guru?

  • Whatsapp
Pendidikan
Ilustrasi (Foto: bisnis.com)

Jogjakeren.com – Sebagaimana diketahui, pandemi Covid-19 telah menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pandemi membawa dampak dalam banyak hal, mulai dari bidang ekonomi, sosial, keagamaan, kesehatan, dan pendidikan.

Di bidang pendidikan, Pemerintah RI mengeluarkan kebijakan ‘Belajar Dari Rumah (BDR)’, merubah proses pembelajaran yang awalnya tatap muka di kelas menjadi dalam jaringan/daring. Berbagai teknologi pembelajaran jarak jauh pun mulai populer di dunia pendidikan, seperti Zoom, Google Meet, WebEx, dan lainnya.

Bacaan Lainnya

Kebijakan BDR telah berlangsung hampir 2 tahun penuh. Meskipun masih banyak tantangan di awal penerapannya, namun para siswa dan tenaga pendidik mulai terbiasa. Nampaknya, bukan hal yang sulit bagi siswa yang notabenenya adalah digital native atau generasi digital untuk merubah pola pembelajaran dari dunia nyata menjadi dunia maya.

Menyusul masih diberlakukannya kebijakan BDR, muncul pertanyaan “Apakah suatu saat nanti teknologi dapat menggantikan peran seorang guru dalam dunia pendidikan?”

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim mengatakan, salah satu hikmah yang didapat saat pandemi adalah keberadaan guru tidak bisa digantikan oleh teknologi apapun. “Teknologi itu tidak bisa untuk semuanya. Kita baru sadar sekarang bahwa enggak mungkin teknologi itu akan menggantikan guru dan menggantikan pertemanan sosial yang dibutuhkan,” ucap Mendikbud dalam acara Indonesia Bicara yang disiarkan melalui kanal Youtube Media Indonesia, Kamis (5/11/2021).

Teknologi Tak Bisa Menggantikan Guru Sepenuhnya

Di tengah Revolusi Industri 4.0, teknologi informasi berkembang demikian cepat. Sumber-sumber belajar begitu mudah diperoleh. Meskipun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesat, namun beberapa hal tak bisa tergantikan di dalam dunia pendidikan.

Saat ini, mesin dan teknologi dapat menggantikan sebagian dari peran seorang guru. Namun, tidak dalam tiga hal, yaitu membangun komunikasi, motivasi, dan pendidikan karakter.

Teknologi hanya sebuah sarana untuk membantu pembelajaran. Teknologi hanya bisa dioperasikan berdasarkan pengaturan operator, namun tidak bisa menumbuhkan kreativitas sendiri. Mesin tidak cukup memiliki kreativitas yang memegang peran penting dalam memenuhi pendidikan bagi siswa.

Peran utama dari seorang guru bukan hanya menyampaikan materi saja, namun juga sebagai pendidik. Seorang pendidik juga mengajarkan tentang pendidikan karakter, pendidikan emosi, dan pendidikan sosial kepada siswa. Jika peran guru hanya dilihat sebatas penyampaian materi, maka teknologi bisa saja menggantikan perannya, karena teknologi menyediakan ratusan bahkan ribuan informasi dari berbagai sumber dalam waktu singkat.

Terakhir, seorang guru bisa menjadi tempat curhat para siswa dengan menceritakan sesuatu yang bersifat pribadi, serta membantu memecahkan persoalan mereka. Hal ini tentu tidak bisa dilakukan oleh teknologi robotika. Sejatinya, siswa juga perlu belajar dari lingkungan sekitarnya, teman-temannya, maupun para gurunya.

Selamat Hari Guru untuk para guru hebat Indonesia!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.