Pengukuhan Pengurus Baru, Ini Pesan Ketua DPW LDII DIY

Penyerahan Surat Keputusan Pengurus DPW LDII DIY (Minggu, 19/12/2021)

Jogjakeren.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (LDII DIY) mengadakan pengukuhan pengurus periode 2021-2026, pada Minggu (19/12/21). Pengukuhan ini merupakan tindak lanjut hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) VII DPW LDII DIY yang mengamanatkan kelengkapan struktur kepengurusan.

Pengukuhan pengurus baru dilaksanakan secara tatap muka di Gedung Serbaguna Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Sleman, Maguwoharjo, Depok, Sleman. Acara dihadiri 50 peserta, terdiri dari Dewan Penasihat, Ketua, Pengurus Harian DPW LDII DIY, serta para Ketua dan Anggota Biro.

Di kesempatan ini, setiap Biro diberi waktu untuk memberikan paparan, yaitu Biro Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan; Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah; Biro Pendidikan Umum dan Pelatihan; Biro Pengabdian Masyarakat; Biro Pemuda, Kepanduan, Olahraga, dan Seni Budaya; Biro Hubungan Antar Lembaga; Biro Komunikasi, Informasi, dan Media; Biro Litbang, IPTEK, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup; Biro Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat; Biro Hukum dan Hak Asasi Manusia; Biro Teknologi Informasi dan Aplikasi Telematika; serta Biro Pemberdayaan Perempuan, dan Kesejahteraan Keluarga.

Read More

Drs. H. Sudiyarto, M.Acc, Ketua Dewan Penasihat DPW LDII DIY, menyampaikan bahwa tugas pengurus organisasi adalah bekerjasama, bukan sama-sama bekerja. “Bekerjasama mengandung makna bahwa dalam setiap langkah organisasi, masing-masing pengurus harus mengedepankan musyawarah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sudiyarto menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada para Pengurus Harian yang meliputi Ketua dan Wakil Ketua, Sekretaris dan Wakil Sekretaris, serta Bendahara dan Wakil Bendahara. Sedangkan, SK Biro diserahkan secara simbolis kepada 12 Ketua Biro.

Atus Syahbudin memberikan pengarahan kepada pengurus baru periode 2021-2026 (Minggu, 19/12/2021)

Ketua baru DPW LDII DIY berpesan kepada seluruh pengurus yang dikukuhkan, agar selalu bisa beradaptasi dengan perubahan zaman. “Baik manusia, tanaman, hewan maupun organisasi, yang paling bisa bertahan lama adalah yang bisa beradaptasi,” tegas Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. Ia juga menjabarkan bahwa dalam setiap adaptasi harus bisa melihat kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada. Hal ini sering dikenal sebagai SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats).

Menutup pesannya, Atus menegaskan kembali agar para pengurus baru menghargai peran para pendahulu organisasi. “Pada dasarnya, apapun yang ada sekarang ini berkat jasa dari orang-orang sebelumnya. Bismillah, kita bisa memulai dengan optimis dan semoga lebih baik daripada sebelumnya,” tandasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *