Punya Sejuta Manfaat, Tim TTG UGM Kembangkan Bunga Telang

  • Whatsapp
Tim TTG UGM
Penyerahan bibit unggul tanaman bunga telang (Clitoria ternatea) dari Nasih Widya Yuwono, S.P., (kiri) kepada Sarsam Wahyudi (kanan), disaksikan oleh Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. (tengah)

Jogjakeren – Tim Teknologi Tepat Guna (TTG) UGM yang terdiri dari Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. (Fak. Kehutanan), Nasih Widya Yuwono, S.P., M.P. dan Zulfa Parulian Alzuhdy (Fak. Pertanian), serta Ridla Arifriana, S.Hut., M.Sc. (Sekolah Vokasi) ini terus mendorong upaya pengembangan bunga telang (Clitoria ternatea, Famili Fabaceae).

Hal ini dalam rangka upaya pelestarian ekosistem hutan di Gunung Lawu khususnya di Desa Jaten, Kecamatan Jogorogo, Ngawi. Kegiatan TTG telah diawali dengan penyadaran masyarakat mengenai potensi dan manfaat bunga telang. Poster dan booklet telah disusun dan dibagikan juga ke masyarakat.

Bacaan Lainnya

Untuk diketahui, mahkota bunga telang yang berwarna biru memberikan banyak manfaat atau berkhasiat bagi kesehatan. Antara lain: detoksifikasi, obat batuk, mengobati infeksi tenggorokan, sakit kepala, dan bisul. Dapat pula untuk mengatasi stres, gangguan penglihatan, mencuci darah, dan memperkuat saraf tubuh.

Tim TTG UGM
Bunga telang (Clitoria ternatea) yang sedang dikeringkan oleh Sarsam Wahyudi, anggota Kelompok Tani Citrun Jaya, Desa Jaten, Kecamatan Jogorogo, Ngawi.

Tidak hanya itu, tanaman legum merambat penghasil bunga telang dapat dibudidayakan di pekarangan rumah. Berkat bintil akarnya, akar tanaman ini mampu mengikat nitrogen dari udara sehingga turut menyuburkan tanah di sekitarnya.

Selain beberapa manfaat tersebut, bunga telang juga dapat dijual dalam bentuk bunga kering. “Selama pandemi ini saya memanen hampir 10 kg bunga kering. Awalnya, saat lockdown, saya tidak bisa menjualnya. Pada waktu agak longgar, saya dapat menjualnya sekitar Rp 200.000. Hasilnya itu untuk mengeramik lantai rumah,” ujar Sarsam Wahyudi salah satu anggota Kelompok Tani Citrun Jaya sambil menunjuk lantai rumahnya yang baru.

Bibit unggul yang ia dapatkan dari tim TTG UGM benar-benar membuatnya bangga dan senang. Belum lagi penggunaan teknologi verikultur yang disarankan oleh Nasih, Praktisi bunga telang dari Fakultas Pertanian UGM. “Hal ini memungkinkan tanaman telang memperoleh cahaya matahari lebih optimal, sehingga petani bunga telang dapat menjual lebih banyak bunga kering dan mendapatkan uang lebih banyak lagi,” kata Nasih.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *